Selasa, 07 Februari 2017

Ruqyah untuk Suami Istri untuk Memperoleh Keturunan

TATA CARA RUQYAH MANDIRI SUPAYA CEPET MENDAPATKAN KETURUNAN YANG SHOLEH DAN SHOLEHAH.

DOA ketik berhubungan intim:

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنِى الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

BISMILLAH ALLAHUMMA JANNIBNIS SYAITHAN WA JANNIBIS SYAITHAN MA RAZAQTANA
Artinya :

Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, jauhkanlah syetan dari saya, dan jauhkanlah ia dari apa yang akan Engkau rizkikan kepada kami (anak, keturunan).

Sholat mutlak 2-4 Roka'at (QS:Al Baqarah :153)

dan baca ayat berikut ketika meruqyah.

dan baca surah Ali Imran ayat, 38,mariyam, 4,5,6,Ash Shaffat, 100.

Tekhniknya sebagai berikut:

1,Kita ambil wudhu dulu dengan sempurna,

2,Lakukan setiap selesai sholat 5 waktu

3,Duduk dengan santai perbanyak istighfar dan sholawat lalu berdoa

4,Lalu lakukan ruqyah mandiri dengan memegang perut bagaian   bawah sambil di putar putar berlawanan dengan jarum jam sambil membaca ayat ayat ruqyah, setiap selesai membaca di tiupkan ke perut,

5,Bisa di bantu dengan herbal yg sudah di ruqyah,
   seperti Madu, minyak habat, minyak zaitun dan air zam zam,

( jus tomat,wortel dan aple hijau masing masing dua biji jadi dua gelas di minum ileh suami dan istri,)

Suami di perbanyak makan buah semangka.(kanduang buah semangka bisa di lihat di gogle)

6,Perbanyak istighfar dalilnya (QS Nuh :10-11-12)

7,Perbanyak sedekah

8,Perbanyak sholat tahajud dan duha

9,banyak bersyukur atas nikmat yg telah Allah swt, berikan kepada kita

10,hindari setres,perbanyak dzikir dan baca Al Qur'an

insyaallah kalau di lakukan dengan sungguh sungguh dan istiqomah akan cepet mendapatkan hasilnya,
karena  tidak mungkin ayat Al Quran itu bohong(dusta),

jadi kalau ada orang yang di  ruqyah menggunakan ayat ayat Al quran tapi tidak mendapatkan sembuh bukan berarti Ayat Al qurannya yg salah tapi diri kita yg masih banyak kesalahan dan dusta dan dosa

karena Al quran itu syifa, petunjuk dan rahmat, dan tidak ada keragu raguan di dalamnya,sebagai mana yg telah Allah swt sebutkan:

ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ ﴿٢﴾

"2. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,"

(Q.S.2:2)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ﴿٥٧﴾

"57. Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman."

(Q.S.10:57)

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا ﴿٨٢﴾

"Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian."

(Q.S.17:82)

Selamat menjalankan dan mempraktekan semoga doa antum di denger dan di kabulkan oleh Allah swt.

Zubair

Senin, 06 Februari 2017

Jika Sakit Jangan Ke Dokter Tapi Berusaha

"Kenapa Rumah Sakit di Makkah Sepi

Di Makkah Rumah Sakit pada sepi, beda dengan di Indonesia, Memang beda dan tidak sama, yang membedakan adalah Aqidah dan Syariatnya.

Inilah rahasia mengapa di Mekkah rumah sakit sangat sepi, jarang sekali pasien yang datang
Ada seorang dokter membuka klinik di Tanah Suci (Makkah Mukarramah). Selama 6 bulan berpraktek, tidak ada seorang pasien pun yang datang untuk berobat. Hingga beliau merasa heran, apakah orang-orang di sini tidak pernah sakit?

Akhirnya beliau dapati jawabannya, dari salah seorang muslim di sana:

Bila kami sakit,

*Ikhtiar pertama*
Yang kami lakukan ialah Sholat dua rakaat, dan memohon kesehatan kpd Allah. Insyaa Allah sembuh dengan izin dan kasih sayangNya.
Kalau belum sembuh,

*Ikhtiar ke-dua*
Yaitu baca Al Fatihah / surat-surat lain, tiupkan pada air dan minum. Dengan amalan tambahan:
*Jika badan panas* maka kami banyakin baca Sholawat(karena Sholawat sebagai penyejuk)
*Jika Badan Dingin* maka kami banyakin baca Ayat Kursi.
*Jika sakit yang terlihat* maka kami bacakan Surat Al faatiha sambil mengusap usap di bagian yang sakit.
*Jika sakit tak terlihat* maka kami banyakin bacaan Surat Al ikhlas, Al Falaq dan An-Naas (sebagai penolak sihir).
Dan alhamdulillaah kami akan sehat. Inilah Ruqyah untuk diri sendiri.
Tapi kalau belum sehat juga,
Kami lakukan ikhtiar yg ke-tiga.

*Ikhtiar ke-tiga*
Yaitu bersedekah, dengan niat mendapatkan pahala kebaikan, dan dijadikan jalan penyembuh sakit kami. Insyaa Allah akan sembuh.
Kalau tidak sembuh juga, kami akan tempuh ikhtiar yg ke-empat.

*Ikhtiar ke-empat*
Yaitu banyak-banyak istighfar, untuk bertaubat. Sebab, Nabi Sholallahu 'alaihi wasallam beritahu kami, bahwa sakit adalah salah satu sebab diampuninya dosa-dosa.
Kalau belum sembuh juga, baru kami lakukan ikhtiar yg ke-lima.

*Ikhtiar ke-lima*
Yaitu minum madu dan habbatussauda

*Ikhtiar yang ke-enam*
Yaitu dengan mengambil makanan herbal, seperti bawang putih, buah tin, zaitun, kurma, dan lain-lain, seperti disebut dalam Al-Quran.
Dan, Alhamdulillah. Laa hawlaa wa laa quwwataa illaa billaah.

Jika belum sembuh, baru kami

*Ikhtiar ke-tujuh*
Yaitu pergi ke dokter yang soleh.
Insyaa Allah akan diberi kesembuhan dari Allah.

Semoga bermanfaat. Silahkan di share." - Kenapa Rumah Sakit di Makkah Sepi (Tidak seperti di Indonesia) http://tz.ucweb.com/1_233Fj

Jumat, 03 Februari 2017

Rahasia Sakit Kepala

*SAKIT KEPALA ...?*
_BELUM TENTU KEPALA YANG SAKIT,_
*SAKIT KEPALA ADALAH GEJALA BUKAN PENYAKIT*

Sebenarnya yang sakit bukanlah kepala, tapi organ lain yang menjadi pemicunya.

Ibnu Qoyyim menyebutkan, _bahwa ada kaitan antara otak dan jantung dimana jantung bersifat panas sedangkan otak bersifat dingin._

Apabila jantung bekerja melebihi kapasitas normal, seperti dalam tertekan, waswas, marah maka akan terjadi panas berlebih yang akan menaikkan suhu otak yang bersifat dingin dan lembab.

Kelembaban yang terpanasi akan menguap dan menuntut volume yang lebih besar akibatnya terjadilah sakit kepala.
_Dalam kondisi seperti ini pelepasan panas berlebih dengan berbekam adalah upaya terbaik._

Sakit kepala seringkali tidak berdiri sendiri, tapi merupakan sebuah gejala dari perubahan kondisi tubuh yang terlalu ekstrim atau menjadi gejala dolor (nyeri) yang mengikuti pada berbagai peradangan.

Pemicu kepala seringkali bukan berpangkal di kepala namun adanya kaitan erat antara syaraf suatu organ yang memiliki hubungan secara sensorik dengan syaraf yang berada di kepala.

Jika seperti ini apakah layak kita terus menerus menekan rasa sakit yang sebenarnya hanya gejala dan justru malah membuat kita tidak merasa bahwa salah satu organ kita telah bermasalah menjadi lebih serius.

Mari kita perhatikan lagi secara lebih mendalam berbagai faktor yang menjadi pencetus timbulnya sakit kepala agar kita menjadi lebih bijak memilah dalam penanganan sakit kepala.
Terlebih sebenarnya Islam telah mewariskan berbagai solusi jitu untuk menangani problem sakit kepala yang biasa dialami oleh masyarakat kebanyakan dan hal itu baiknya tidak kita lupakan begitu saja.

Sakit kepala yang secara medis dikenal sebagai cephalalgia atau dilafalkan *cephalgia* adalah _suatu kondisi terdapatnya rasa sakit di dalam kepala._

_Sakit kepala dibedakan kepada dua tipe,_ yaitu:
*_sakit kepala primer_* dimana sakit kepala ini _ditimbulkan bukan karena penyakit, tetapi karena dipicu oleh rasa khawatir/takut, sedih, waswas, marah, dan sebagainya._
Rasa sakitnya terasa mulai dari bagian belakang kepala hingga leher bagian atas, seolah-olah di sekeliling kepala hingga alis diikat erat oleh topi yang kekecilan (sakit kepala tension). _Permasalahan pada sakit kepala tipe ini adalah_ pada pengendalian ketegangan psikologis.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda kepada salah seorang sahabat yang meminta nasihat. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya mengucapkan _“La Taghdob (Jangan Marah)”_ sebanyak tiga kali. Artinya kondisi marah, sedih, cemas, stress, dan lainnya yang bersifat menekan jiwa dapat memicu sekresi hormon di kelenjar hypothalamus dan adrenalin, memicu sekresi asam lambung, yang semuanya menyebabkan penumpukan panas berlebih di kepala sehingga menyebabkan sakit kepala.

Pada keadaan demikian dapat dinilai bahwa peredaan rasa sakit (tindakan prefentif) adalah _kesabaran dan keikhlasan menghadapi tekanan hidup_

_“Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang bersabar.”_ (An-Nahl:126).

Ibnu Qoyyim menyebutkan, bahwa ada kaitan antara otak dan jantung dimana jantung bersifat panas sedangkan otak bersifat dingin. Apabila jantung bekerja melebihi kapasitas normal, seperti dalam tertekan, waswas, marah maka akan terjadi panas berlebih yang akan menaikkan suhu otak yang bersifat dingin dan lembab. Kelembaban yang terpanasi akan menguap dan menuntut volume yang lebih besar akibatnya terjadilah sakit kepala. Dalam kondisi seperti ini pelepasan panas berlebih dengan berbekam adalah upaya terbaik.

Kondisi sakit kepala lain adalah
*_tipe sekunder_* dimana sakit kepala yang dipicu oleh faktor peradangan atau infeksi pada organ-organ tertentu. Sakit kepala tipe skunder dapat terjadi ringan atau pun berat.

Kebanyakan jenis _migrain (sakit kepala sebelah)_ terjadi karena sakit kepala yang bersifat sekunder. Contoh mudah adalah apabila terjadi infeksi gastritis(lambung) semisal ulcus pepticum, appendiksitis (infeksi usus buntu), Alergi terhadap makanan atau minuman tertentu seperti keju, wine(khamr) maka penderita akan merasa pusing.

Dalam kasus seperti ini maka cara yang terbaik adalah dengan mengobati sumber sakit yang berasal dari lambung.
_”Tidak ada bencana yang lebih buruk yang diisi oleh manusia daripada perutnya sendiri…”_
(H.R. At-Tirmidzi).

Dari uraian di atas jelaslah bahwa tidak selamanya sakit kepala dikarenakan kepala yang benar-benar sakit, walaupun ada kasus-kasus tertentu seperti peradangan otak, kasus meningitis yang memang menyerang otak sehingga terjadi sakit kepala.

Namun, seringkali kita melupakan kesehatan pola hidup kita, pola makan kita, cara kita mengkonsumsi obat yang mungkin bisa menjadi penyebab terjadinya sakit kepala.
Apabila jiwa kita sakit, banyak termenung, banyak bersedih dan berputus asa sehingga mengurangi waktu tidur, mengurangi porsi makan (kasus anorexia) maka, apakah pantas kita lebih menyiksa tubuh kita dengan menelan berbutir-butir obat pereda nyeri, bahkan obat hipnotik/sedative untuk menghindari rasa sakit di kepala, ataukah kita lebih dapat menjadikan sabar sebagai obat....

*Semoga bermanfaat*

Wallahu ‘alam bishawwab.

Nasehat Indah

•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
N A S E H A T   I N D A H
   •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•

إذا لم تعرف عنوان رزقك، فلا تخف، لأن رزقك يعرف عنوانك، فإذا لم تصل إليه، فهو حتما سيصل إليك.

Jika engkau tidak tahu alamat rizkimu, janganlah takut, karena  rizkimu tahu dimana alamatmu, jika engkau tidak bisa sampai kepada rizkimu, niscaya rizkimu pasti akan sampai padamu...

إذا قابلنا الإساءة بالإساءة، فمتى ستنتهي الإساءة ؟! قال تعالى: "فمن عفا وأصلح فأجره على الله"

Jika kita membalas keburukan dengan keburukan maka sampai kapan keburukan ini akan berakhir ?
Allah berfirman "Dan barangsiapa yang memaafkan dan memperbaiki maka pahalanya ada di sisi Allah".

عندما نتأخر عن الدوام ندخل برأس منكوس وكلام مهموس حياء من المدير،، فهل نشعر بنفس هذا الشعور عندما نتأخر في الصلاة ونقف بين يدي الله ؟!

Ketika kita telat masuk kerja, kita masuk dengan kepala tertunduk dan suara yang lesu karena malu kepada direktur, namun apakah engkau merasakan hal yang sama saat engkau terlambat dalam sholat dan berdiri di hadapan Allah ?

لاتحسد أحدا بنعمة فأنت لاتعلم ماذا أخذ الله منه، ولاتحزن بمصيبة فأنت لاتعلم ماذا سيعطيك الله عليها "إنما يوفى الصابرون أجرهم بغير حساب"

Jangan engkau iri kepada siapapun karena sebuah nikmat, karena engkau tidak tahu apa yang telah Allah ambil darinya, dan janganlah bersedih karena sebuah musibah, karena engkau tidak tahu apa yang akan Allah hadiahkan untukmu,
Allah berfirman "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang diberikan pahala tanpa dikira kira".

كنت ابكي لأنني أمشي بدون حذاء  ولكنني توقفت عَنَ البكاء عندما رأيت رجلاََ بلا قدمين، دائما الحمدلله علىَ كل حال

Dahulu aku menangis karena aku berjalan tanpa alas kaki, namun akhirnya aku berhenti menangis saat aku melihat lelaki tanpa kedua kakinya, maka selalu ucapkanlah Alhamdulillah pada setiap keadaan

إذا لم تتصدق بفلوسك، تصدق بضروسك!! ، يعني " ابتسم "

Jika engkau tidak bisa bersedekah dengan hartamu, maka bersedekahlah dengan gigimu, yakni "tersenyumlah"

من عجائب الإنسان أنه يستفز من سماع النصيحه و ينصت لسماع الفضيحه.

Diantara keajaiban manusia adalah, dia merasa risih mendengarkan nasehat dan terdiam saat mendengarkan keburukan

لا تدع الناس يعرفون عنك سوى سعادتك، ولا يرون منك إلا ابتسامتك .

Jangan biarkan orang-orang mengetahui sesuatu darimu melainkan kebahagiaanmu, dan jangan biarkan mereka melihat sesuatu darimu kecuali senyummu.

أخيراً، إذا نويت نشر هذا الكلام، انو به خيراً لعل الله يفرج لك بها كربة من كرب الدنيا، وليشهدوا لك بذلك غداً

Sebagai penutup, Jika engkau berniat untuk membagikan nesehat ini, Janganlah lupa untuk berniat yang baik, Semoga dengan niat baik ini Allah Ta'ala memberikan kemudahan dalam segala urusanmu, dan supaya mereka kelak menjadi saksi akan ibadah ini.

Jangan Berkata Kata Kasar

Pesan ini bagus sekali. Sayang tidak disebutkan nama penulisnya.

*Telur dadar gosong*

Setiap hari, ibu selalu menyediakan kami  sarapan dan makan malam.
Suatu malam,  ibu menghidangkan masakan sayur lodeh dan telur dadar yang gosong di depan meja ayah.

Saat itu saya menunggu apa reaksi ayah dari sajian ibu.
Ternyata yang dilakukan ayah adalah menyantap makanan yang disajikan sambil tersenyum pada ibu, dan menanyakan kegiatan saya di kuliah.

Saya tidak ingat apa yang dikatakan ayah malam itu, tetapi saya melihatnya  menikmati lauk telor dadar yang gosong.
Ketika saya beranjak dari meja makan malam itu, saya mendengar ibu meminta maaf pada ayah karena telor dadar yang gosong itu.

Satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan, _“Sayang, jangan khawatir, aku suka telor dadar yang gosong”._

Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ucapan selamat tidur pada ayah. Saya bertanya apakah ayah benar-benar menyukai telor dadar gosong?

Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata, _“Nak, ibumu sudah bekerja keras sepanjang hari ini dan dia benar-benar lelah.

Jadi dengan memakan telor dadar gosong tidak akan menyakiti siapa pun".
Tahu kah kamu nak, yang menyakiti hati seseorang itu adalah

😡KATA KATA KASAR,...!!!

Lalu ayah melanjutkan, _"kamu tahu, hidup itu penuh dengan hal-hal dan orang-orang yang tidak sempurna"_

Ayah juga bukan orang yang terbaik dalam segala hal.

Dengan demikian yang ayah lakukan adalah menerima kesalahan orang lain dan memilih untuk merayakan perbedaan. Ini adalah kunci terpenting untuk mewujudkan hubungan yang sehat dan harmonis.

Hidup itu terlalu pendek untuk diisi dengan penyesalan dan kebencian.
Cintai mereka yang memperlakukanmu dengan baik dan sayangi yang lainnya...".
Ingatlah pada pepatah, *Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini"*.

Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif....
Jalani hidup ini dengan keinsafan nurani.

Jangan terlalu perhitungan.

Jangan hanya mau menang sεndiri.

Jangan suka sakiti sesama.

Belajarlah, tiada hari tanpa kasih sayang.

Belajarlah, selalu berlapang dada dan mengalah.

Belajarlah, lepaskan beban  hidup dengan ceria.

Tak ada yang tak bisa diikhlaskan....

Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan...

Tak ada dendam yang tak bisa terhapus...

Sahabat dan saudaraku....

Setiap detik hidup ini adalah berkah-Nya.

Tak ada satupun hal jelek yang dikaruniakan-Nya.

Tapi sudahkah kita bersyukur? 

Tetap semangat-tetap sabar-tetap tersenyum,.....!

Semoga jadi orang  yang berkualitas.

Ayo jadi Penyeru Kebaikan Walau Udah Baik

Tadzkiroh ba'da subuh

*ORANG BAIK BANYAK TEMAN & PENYERU KEBAIKAN BANYAK MUSUH*

Untaian Hikmah nan Indah

ما الفرق بين الصالح والمصلح ؟

Apa bedanya Orang Baik (Shalih) dan Penyeru Kebaikan (Mushlih)..?

الصالح خيره لنفسه والمصلح خيره لنفسه ولغيره.

Orang Baik, melakukan kebaikan untuk dirinya.
Sedangkan Penyeru Kebaikan (Muslih) mengerjakan kebaikan utk dirinya dan orang lain..

الصالح  تحبُه الناس. والمصلح تعاديه الناس .

Orang Baik, dicintai manusia..
Penyeru Kebaikan dimusuhi manusia..

🗯 لماذا !!!؟؟؟؟
Kok gitu...?!?!

الحبيب المصطفى(صلى الله عليه وسلم) قبل البعثة أحبه قومه  لأنه صالح .

Rosululloh SAW sebelum diutus, beliau dicintai oleh kaumnya karena beliau adalah orang baik..

ولكن لما بعثه الله تعالى صار مصلحًا فعادوه وقالوا ساحر كذاب مجنون.

Namun ketika Alloh ta'ala mengutusnya sebagai Penyeru Kebaikan, kaumnya langsung memusuhinya dengan menggelarinya; Tukang sihir, Pendusta, Gila..

🗯 ما السبب ؟
لأن المصلح يصطدم بصخرة
أهواء من يريد أن يصلح من فسادهم .

Apa sebabnya..?
Karena Penyeru Kebaikan 'menyikat' batu besar nafsu angkara dan memperbaikinya dari kerusakan..

ولذا أوصى لقمان ابنه بالصبر حين حثه على الإصلاح لأنه سيقابل بالعداوة.

Itulah sebabnya kenapa Luqman menasihati anaknya agar BERSABAR ketika melakukan perbaikan, karena dia pasti akan menghadapi permusuhan..

( يا بني أقم الصلاة وأمر بالمعروف وانهَ عن المنكر واصبر على ما أصابك )

Hai anakku tegakkan sholat, perintahkan kebaikan, laranglah kemungkaran, dan bersabarlah atas apa yang menimpamu..

قال أهل الفضل والعلم : مصلحٌ واحدٌ أحب إلى الله من آلاف الصالحين ،

Berkata ahli ilmu:
Satu penyeru kebaikan lebih dicintai Alloh daripada ribuan orang baik...

لأن المصلح يحمي الله به أمة ،والصالح يكتفي بحماية نفسه .

Karena melalui penyeru Kebaikan itulah Alloh jaga umat ini..
Sedang orang baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri...

فقد قال الله عزَّ و جلَّ في محكم التنزيل :

Alloh SWT berfirman :

( وَمَا كَانَ رَبُّكَ  لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُون َ).

_"Dan tidaklah Tuhanmu membinasakan satu negeri dengan zalim padahal penduduknya adalah penyeru kebaikan.."_

ولم يقل صالحون ...

Alloh tidak berfirman;
_"...Orang Baik (Sholih)"_

كونوا مصلحين ولا تكتفوا بأن تكونوا صالحين.

Maka jadilah PENYERU KEBAIKAN, jangan merasa puas hanya sebagai ORANG BAIK saja...

بارك الله لناو لكم جميعا

Rabu, 01 Februari 2017

Adab Mencari Ilmu Lebih Penting Dari Ilmu Itu Sendiri

Copas dari group sebelah yg ma'jleb buat kita semua.

PENTINGNYgA ADAB

Oleh: Arief B. Iskandar

Suatu ketika Imam Yahya bin al-Qaththan, setelah melaksanakan shalat ashar, bersandar di bawah menara masjid beliau. Di sekitar beliau ada Ali bin al-Madini, asy-Syadzakuni, Amru bin Ali, Ahmad bin Hanbal, Yahya bin Main serta ulama lainnya yang ingin berguru kepada beliau. Mereka berdiri hingga menjelang shalat magrib.

Saat itu Imam Yahya bin al-Qaththan tidak meminta mereka untuk duduk. Karena itu mereka pun enggan untuk duduk dalam rangka menghormati guru (Al-Jami’ al-Akhlaq ar-Rawi wa Adab as-Sami’, hlm. 78).

Demikianlah cara ulama terdahulu menghormati guru mereka. Mereka tetap memilih berdiri meski dalam waktu yang cukup lama, sebelum sang guru mempersilakan mereka duduk.

Di lain waktu, Imam al-Fara’—seorang ulama Kufah yang paling pandai dalam ilmu nahwu dan sastra—diminta oleh Khalifah Makmun untuk mengajarkan ilmu nahwu untuk kedua putranya. Ketika beliau selesai mengajar dan beranjak untuk pergi, kedua anak Khalifah itu berebut untuk membawakan sandal Imam al-Fara’ sebagai bentuk penghormatan mereka kepada sang guru. Mengetahui hal itu, Imam al-Fara’ akhirnya meminta kepada kedua anak itu masing-masing membawa satu sandal hingga keduanya sama-sama menyerahkan sandal kepada beliau (Wafayat al-A’yan, 2/228).

Tidak hanya murid terhadap guru, adab juga acapkali ditunjukkan oleh ulama kepada ulama lainnya. Di antaranya Imam Syafii. Sebagaimana diketahui, Imam Syafii berpendapat tentang keharusan membaca doa qunut dalam shalat subuh. Namun, Imam Syafii—seorang ulama besar sekaligus imam mujtahid—pernah beberapa kali melaksanakan shalat subuh di dekat makam Imam Abu Hanifah. Saat itu ia memilih tidak melaksanakan qunut subuh dalam rangka menjaga adab terhadap Imam Abu Hanifah yang berpendapat bahwa qunut subuh tidak disyariatkan (Ad-Dahlawi, Al-Inshaf fi Bayan Asbab al-Ikhtilaf, hlm. 110).

Demikianlah, betapa para ulama besar di zaman terdahulu amat hormat kepada ulama lainnya, meski berbeda pendapat. Bahkan terhadap ulama yang sudah wafat pun adab itu tetap dijaga.

Adab yang sama ditunjukkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal. Selama ini beliau berpendapat mengenai keharusan membaca basmalah (saat membaca surat al-Fatihah) secara sirr (pelan dan hanya diri sendiri yang mendengar) dalam salat. Namun, di wilayah tertentu beliau berpendapat, “Dibaca jahr (dengan suara jelas yang bisa didengar oleh orang lain) basmalah jika berada di Madinah.”

Ibnu Taimiyah menyimpulkan bahwa Imam Ahmad kadang-kadang meninggalkan beberapa perkara sunnah demi alasan persatuan dan menghindari perpecahan. Alasannya, menyatukan hati umat lebih agung dalam agama dibandingkan dengan beberapa perkara sunnah (Risalah al-Ulfah bayna al-Muslimin, hlm. 47 dan 48)

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Qadhi Abu Utsman al-Baghdadi, meskipun termasuk ulama besar dan hakim mazhab al-Maliki, sering mengunjungi Imam ath-Thahawi yang bermazhab Hanafi untuk menyimak karya-karya beliau (Al-Maqalat al-Kautsari, hlm. 348).

Adab juga ditunjukkan oleh para ulama terhadap ilmu. Suatu saat, Imam al-Hulwani—ulama pengikut mazhab Hanafi yang menjadi imam besar di Bukhara—pernah menyampai-kan, “Sesungguhnya aku memperoleh ilmu ini dengan memuliakannya dan aku tidak mengam-bil catatan ilmu kecuali dalam keadaan suci.”

Hal ini diikuti oleh murid beliau yang juga seorang ulama besar, yakni Imam Syamsuddin as-Sirakhsi. Suatu saat beliau mengulang wudhu pada malam hari hingga 17 kali karena sakit perut. Hal itu beliau lakukan agar bisa menelaah ilmu dalam keadaan suci (Mukhatsar al-Fawaid al-Makkiyah, hlm. 30).

Adab dan penghargaan para ulama terhadap ilmu juga ditunjukkan oleh Al-Hafizh Muhammad bin Abdissalam al-Bilkandi, salah seorang guru Imam al-Bukhari. Suatu saat beliau menghadiri majelis imla‘ hadits. Saat Syaikh di majelis tersebut mendiktekan hadits, tiba-tiba pena al-Bikandi patah. Khawatir kehilangan kesempatan untuk mencatat, beliau akhirnya mencari cara agar segera memperoleh pena. Tak lama kemudian beliau berteriak, “Saya mau beli pena dengan harga satu dinar!” Seketika, banyak pena disodorkan kepada beliau (Umdah al-Qari, 1/165).

Kini, satu dinar emas, kalau dikurskan ke rupiah kurang lebih senilai Rp 2 juta. Demikianlah Imam al-Bikandi. Ia rela kehilangan uang sebesar itu hanya agar beliau tetap berkesempatan mencatat hadis. Itu ia lakukan tentu karena penghormatan dan penghargaannya yang luar biasa terhadap ilmu.

Adab juga ditunjukkan oleh penguasa terhadap ulama. Imam ar-Rafii suatu saat mengunjungi Sultan Khawarzmi Syah setelah tiba dari medan pertempuran. Ulama tarjih mazhab Syafii tersebut menyampaikan, “Saya telah mendengar bahwa Anda memerangi orang-orang kafir dengan tangan Anda sendiri. Saya ke sini untuk mencium tangan Anda itu.” Namun, Khawarizmi Syah menjawab, “Saya justru yang yang ingin mencium tangan Anda.” Akhirnya, Khawarizmi  mencium tangan Imam ar-Rafii (Thabaqat asy-Syafi’iyah al-Kubra, VIII/284).

Karena begitu berharganya akhlak atau adab para ulama, ada sebuah kisah menarik terkait seorang ulama besar bernama Ibn al-Mubarak. Saat itu ia bertetangga dengan seorang Yahudi. Si Yahudi berencana menjual rumahnya. Datanglah seseorang yang menawar rumahnya, “Engkau menjual dengan harga berapa?” Si Yahudi menjawab, “Dua ribu.” Si penanya berkata, “Harga rumahmu ini paling mahal seribu.” Si Yahudi menjawab, “Memang benar, tetapi yang seribu lagi untuk ‘harga’ tetanggaku, Ibnu Mubarak.” (Al-Makarim wa al-Mafakhir, hlm. 23)

Demikianlah, memiliki tetangga baik, berakhlak dan beradab seperti Ibnu Mubarak merupakan sebuah ‘harta’ yang amat mahal bagi si Yahudi. Karena itu, ia menilai tidak hanya rumahnya yang berharga, tetangganya yang baik juga memiliki harga tersendiri.
****

Mengapa begitu mulia akhlak atau adab para ulama dan para salafush-shalih dulu? Kata-kata Imam Ibn Qasim, salah satu murid senior Imam Malik, barangkali bisa menjelaskan hal ini saat ia berkata, “Aku telah mengabdi kepada Imam Malik bin Anas selama 20 tahun. Selama itu 18 tahun aku mempelajari adab (akhlak) dari beliau, sedangkan sisanya 2 tahun untuk belajar ilmu.” (Tanbih al-Mughtarrin, hlm. 12).

Bagaimana dengan kita?

Wama tawfiqi illa bilLah wa ‘alayhi tawakaltu wa ilayhi unib. []

video microsoft office word How To Convert a Word documents to PDF NOW

microsoft office word 2007 how to Save as PDF format. microsoft office word How To Convert a Word documents to PDF Video's was published...