Tampilkan postingan dengan label sholat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sholat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Januari 2017

Kekuatan Sholat Dhuha

*🌞THE POWER OF DHUHA*

1. Orang yang shalat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah. “Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan” (HR. Turmudzi)

2. Barangsiapa yang menunaikan shalat Dhuha ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Allah. “Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat” (HR. Hakim).

3. Orang yang menunaikan shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah. “Barangsiapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu. Barangsiapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya” (HR. At-Thabrani).

4. Orang yang istiqamah melaksanakan shalat Dhuha kelak akan masuk surga lewat pintu khusus, pintu Dhuha yang disediakan oleh Allah. “Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala” (HR. At-Thabrani).

5. Allah mencukupkan rezekinya. “Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu” (HR. Abu Darda`).

6. Orang yang mengerjakan shalat Dhuha ia telah mengeluarkan sedekah. “Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat shalat Dhuha" (HR. Muslim).

*Selamat Mengerjakan Shalat Dhuha😊*

Minggu, 22 Januari 2017

Cara Sholat Khusyuk

💍 *SERI FIKIH IBADAH*

💦 *APABILA SHALAT TIDAK KHUSYUK*
        •○•○•○•○•○

❓ PERTANYAAN :
Apa yang harus dilakukan oleh orang yang tidak khusyu dalam shalatnya? Apakah shalatnya diterima?

✅ JAWABAN :

الصلاة لا يؤمر بإعادتها لأنه صلى ، ولكن الخشوع هذا ليس من شروطها وأركانها وواجباتها، إنما هو روحها، فلا تقبل صلاة بغير خشوع أو حضور قلب،لا تقبل بغير حضور قلب ، وليس له من صلاته إلا ما عقل منها وحضر قلبه فيه منها، فيجب على المسلم أن يتنبه لهذا الأمر، وعليه أن يتجنب الشواغل التي تشغله عن الخشوع ، ولهذا نهى النبي صلى الله عليه وسلم عن الصلاة بحضرة طعام لأنه يشغله ، ونهى عن أن يصلي وهو يدافع أحد الأخبثين البول والغائط ، لأنها شواغل ، فعلى الإنسان أن يدخل الصلاة وهو فارغ البال وفي مكانٍ وزمانٍ مناسب لراحته في الصلاة

→ Shalatnya tidak diperintah untuk diulangi, karena dia telah melaksanakan shalat. 

→ Khusyu’ tidak termasuk syarat, rukun, maupun kewajiban-kewajiban shalat.

→ *Hanya saja khusyu’ merupakan ruhnya shalat. Sehingga shalat tidak akan diterima apabila tanpa khusyu’ atau kehadiran hati.*

→ Shalat tidak diterima tanpa kehadiran hati. Tidak ada untuk seseorang pahala dari shalatnya kecuali apa yang ia pahami dari shalatnya dan hatinya hadir padanya. Sehingga wajib atas setiap muslim untuk menyadari perkara ini.

→ Dia harus menjauhi hal-hal yang menyibukkan, yang bisa memalingkannya dari khusyu’. 

→ *Oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang shalat ketika makan hadir dihidangkan, karena itu akan menyibukkan pikirannya. Beliau juga melarang shalat ketika seseorang menahan kencing atau hajat besar, karena itu juga bisa menyibukkan*.

*Jadi seseorang masuk dalam shalat harus dalam keadaan pikirannya kosong (dari berbagai hal yang bisa memalingkannya dari shalat, pen), pada tempat dan waktu yang tepat supaya tenang dalam shalatnya (sebagaimana yang ditentukan syari’at).*
_______________________

👤 Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah

📚 alfawzan.af.org.sa/node/13616

📢 *Republished By:*
🌐 Group BIS & BMS - Dakwah Untuk Umat 💐
══════ ❁✿❁ ══════
Daftar WA, Ketik: daftar#nama#asal

Bimbingan Muslim Shalih (BIS)
📲 *082344096067 (Ikhwan)*
Bimbingan Mar'ah Shalehah (BMS)
📲 *085642021053 (Akhwat)*

📮Telegram
@moslemlearning
@alquranalhadits
•┈┈•••○○❁🌸❁○○•••┈┈•
📚 Kurikulum Bimbingan : Aqidah, Fikih, Hadits, Manhaj, Adab, Petuah Ulama, Tazkiyatun Nufus, Nasehat, Dll.
•┈┈•••○○❁🌸❁○○•••┈┈•

Minggu, 08 Januari 2017

Mau Tau Cara Jawaban Dari Shalat Istikharoh??

💍 *SERI FIKIH IBADAH*

🌺💦 *JAWABAN DARI ISTIKHAROH*
         ◆◇◆◇◆◇◆◇

↪ PERTANYAAN :
Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh
Bagaimana kita bisa mengetahui jawaban dari istikhoroh kita? Apabila melalui mimpi, sangat mungkin mimpi itu terintervensi oleh setan. Maka bagaimana bisa tahu bahwa mimpi tersebut jawaban dari istikhoroh kita.
Apabila melalui kemantapan hati, bagaimana jika sudah sampai saatnya untuk memberikan keputusan namun belum merasa mantap hatinya? Apakah belum mantapnya hati sebagai bentuk bahwa jawaban dari istikhoroh kita adalah tidak, ataukah memang belum diberikan petunjuk oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala?
Mohon jawabanya.


✅ JAWABAN :
Wa'alaikumussalam warohmatullah wabarokatuh.
Setelah istikhoroh kita tidak perlu menunggu adanya mimpi atau isyarat-syarat tertentu, namun lakukanlah apa yang anda ingin lakukan, insyaa Allah apa yang Allah  mudahkan bagi anda untuk melakukannya, itulah pilihan Allah bagi Anda. Karena dalam doa istikhoroh kita minta agar bilamana apa yang ingin kita lakukan tersebut baik bagi diri, dunia, dan agama kita; maka mudahkanlah dan berkahilah hal tersebut .

🔴 Namun jika sebaliknya, maka palingkanlah aku darinya dan palingkan ia dariku. Ini berarti jika setelah istikhoroh kita tetap mantap melakukannya maka itulah pilihan yg terbaik, namun bila ternyata kita malah ragu atau mengurungkan niat utk melakukannya, maka itulah pilihan yg terbaik pula.

🔴 Jika anda belum mantap ya berarti diurungkan saja, karena itu semakna dengan dipalingkan dari suatu urusan.

Wallaahu a’lam.
______________________

🖊 Ustadz Dr. Sufyan Baswedan Lc MA
🌍 Web | bimbinganislam.com
🌐 Group BIS & BMS - Dakwah Untuk Umat 💐
══════ ❁✿❁ ══════
📢 *Published By*:
♻ Group WA Bimbingan Muslim Shalih (BIS) & Bimbingan Mar'ah Shalihah (BMS)
Admin:
📲 *082344096067 (Ikhwan)*
📲 *085642021053 (Akhwat)*
Ketik: daftar#nama#asal

📮Telegram
@moslemlearning
@alquranalhadits
•┈┈•••○○❁🌸❁○○•••┈┈•
📚 Kurikulum Bimbingan :
Aqidah, Fikih, Hadits, Manhaj, Adab, Petuah Ulama, Tazkiyatun Nufus, Nasehat, Dll.
•┈┈•••○○❁🌸❁○○•••┈┈•

Rabu, 04 Januari 2017

Intropeksi Dimana Sholat Kita

TERMASUK YANG MANA SHOLAT KITA?
Bismillaah
Ibnul Qoyyim menyebutkan:
“Bahwa manusia di dalam sholat terbagi menjadi 5 macam” .

1. Orang yang disiksa/ mu'aaqobun
Alloh menyiksanya karena sholatnya.
Yaitu orang yang tidak sungguh-sungguh, tidak berwudhu dengan baik, tidak melaksanakan rukun-rukun, kewajiban-kewajiban dan syarat-syarat sholat, bahkan sejak awal dia melakukan sholat hingga selesai sholat, dia tidak tahu apa yang telah dia baca didalam sholatnya.

2. Orang yang dihisab/ muhaasabun.
Yaitu orang yang sholat dengan menunaikan rukun-rukun, kewajiban-kewajiban dan syarat-syarat sholat,
Akan tetapi sejak awal mulai sholat hingga selesai, dia sama sekali tidak sadar dengan apa yang telah dia ucapkan,
Dia biarkan pikirannya sibuk memikirkan dunia, sampai dia mengucapkan salam, bahkan dia sangat ingin agar sholatnya cepat berakhir, agar dia dapat segera menyelesaikan kebutuhannya.

3. Orang yang diampuni/ mukaffarun.
Yaitu orang yang mengerjakan sholat sesuai dengan rukun-rukun, kewajiban-kewajiban serta syarat-syarat sholat.
Namun sejak memulai sholat hingga selesai, terus menerus dia berusaha melawan hawa nafsunya dan syaithonnya agar hatinya tidak berpaling, hal inilah yang membuat Alloh mengampuni dosa-dosanya.

4. Orang yang diberi pahala/ mutsaabun.
Yaitu orang yang mengerjakan sholat lengkap dengan rukun-rukun, kewajiban-kewajiban dan syarat-syarat nya serta sunnah-sunnahnya disertai dengan khusyu’.
Maka Alloh akan memberi pahala untuknya karena sholatnya.

5. Orang yang didekatkan/ muqorrobun.
Alloh akan mendekatkannya kepada-Nya karena sholatnya.
adalah tingkatan tertinggi, yaitu orang yang sholat sesuai dengan rukun-rukun, kewajiban-kewajiban, syarat-syarat serta sunnah-sunnah sholat dan khusyu’ ketika melakukannya juga dia merasakan bahwa Alloh ada di kiblatnya dan mengawasinya.
***
Diringkas dari Alwabilus shoyyib, hal 40-50




Silahkan LIKE & SHARE jika dirasa bermanfaat.....

Sabtu, 17 Januari 2015

Mekanisme Doa dan Sholat

Sekali kali saya menulis tentang hal yang berhubungan dengan religi gpp kan :)

mungkin kita pernah bertanya kenapa harus solat menghadap Kiblat, juga kenapa harus ada Ibadah Thawaf, Ini juga sering jadi perenungan saya seperti ini :

1. Ketika mempelajari Kaidah Tangan Kanan (Hukum Alam), bahwa putaran energi kalau bergerak berlawanan dengan arah jarum jam, maka arah energi akan naik ke atas akan naik ke atas. Arah ditunjukkan arah 4 jari, dan arah ke atas ditunjukkan oleh Arah Jempol.


2. Dengan pola ibadah thawaf dimana bergerak dengan jalan berputar harus berlawanan jarum jam, ini menimbulkan pertanyaan, kenapa tidak boleh terbalik arah, searah jarum jam misalnya.


3. Kenapa Solat harus menghadap Kiblat, termasuk dianjurkan berdoa dan pemakaman menghadap Kiblat
4. Kenapa Solat Di Masjidil Haram menurut Hadist nilainya 100.000 kali dari di tempat sendiri.
5. Singgasana Tuhan ada di Langit Tertinggi

Dari perenungan didapat :

1. Solat dan Doa adalah pemujaan terhadap Tuhan Semesta Yang Maha Tunggal, kita memerlukan hubungan intens dengan-Nya. Sehingga tercipta Hubungan Sang Pencipta dan yang diciptakan (makhluk) secara dua arah.

2. Pada saat Solat dan Doa kita yakin mengeluarkan energi, Pikiran dan Hati yang Fokus/Konsentrasi adalah generatornya. Sebagaimana kita bekerja yang mengeluarkan energi, dan dari energi tersebut menjadikan hasil, barang dan jasa. Hukum Kekekalan Energi mengatakan bahwa energi tidak dapat dimusnahkan hanya dapat berubah bentuk, lalu kemana Energi Solat dan Doa kita?

3. Solat diharuskan menghadap Kiblat, berarti arah Energi terfokus ke arah Kiblat dan akan bertanya lagi setelah dari Kabah akan kemana larinya Energi solat?

4. Kalau Solat Berjamaah nilainya lebih tinggi 27 kali lipat.

5. Di Kabah ada ibadah Thawaf yang kapan saja orang boleh melakukannya tanpa terikat aturan waktu.

Perenungan Sintesa :

1. Energi Solat dan Doa dari individu atau jamaah seluruh dunia terkumpul dan terakumulasi di Kabah setiap saat, karena Bumi berputar sehingga solat dari seluruh Dunia tidak terhenti dalam 24 jam, misal orang Bandung solat Dzuhur, beberapa menit kemudian orang Jakarta Dzuhur, beberapa menit kemudian Serang Dzuhur, Lampung dan seterusnya. Belum selesai Dzuhur di India Pakistan, di Makasar sudah mulai Ashar dan seterusnya. Pada saat Dzuhur di Jakarta di London Sholat Subuh dan seterusnya 24 jam setiap hari, minggu, bulan, tahun dan seterusnya.

2. Energi yang terakumulasi, berlapis dan bertumpuk akan diputar dengan generator orang-orang yang bertawaf yang berputar secara berlawanan arah jarum jam yang dilakukan jamaah Makah sekitarnya dan Jamaah Umroh / Haji yang dalam 1 hari tidak ditentukan waktunya.

3. Maka menurut implikasi hukum Kaidah Tangan Kanan bahwa Energi yang terkumpul akan diputar dengan Tawaf dan hasilnya kumpulan energi tadi arahnya akan ke atas MENUJU LANGIT. Jadi Sedikit terjawab bahwa energi itu tidak berhenti di Kabah namun semuanya naik ke Langit. Sebagai satu cerobong yang di mulai dari Kabah. Menuju Langit mana atau koordinat mana itu masih belum nyampe pikiran saya. Yang jelas pasti Tuhan telah membuat saluran agar solat dan doa dalam bentuk energi tadi agar sampai Ke Hadirat Nya. Jadi selama 24 Jam sehari terpancar cerobong Energi yang terfokus naik ke atas Langit. Selamanya sampai tidak ada manusia yang solat dan tawaf (kiamat?).


4. Untuk simplifikasi pemahaman kira-kira dapat di analogikan proses ini dengan internet, sebagai berikut :
a. Solat individu dianalogikan dengan PC,

b. Solat menghadap kiblat adalah arah koneksi (menghadap Kiblat adalah fisik lahir terlepas dari isi/konten doa)

c. Tawaf adalah Router Utama yang bertindak sebagai generator

d. Energi ke atas adalah Hyper Main Bandwith menuju Maha Server di Singgasana (bukan harfiah) Tuhan

e. Speed Koneksi individu pelaku solat ditentukan tingkat ke Khusuan dan ke Iklasan (PC= Kualitas Operating System, kualitas Hardware, Kualitas Software, tingkat kontaminasi virus, Struktur Data, Kelengkapan Pheriferal, dan kekokohan firewall dari virus/trojan/malware/secam (Setan)).

f. Koneksi yang sempurna tentu akan memudahkan Penyembahan pada Tuhan (up load) dan memahami sepenuhnya Kehendak Tuhan. Sehingga konon jika solat orang beriman akan membuat batin lebih tenang dan jiwa lebih sehat (download upgrade, anti virus, nambah ilmu, keberkahan, keselamatan, kasih sayang, kearifan, rejeki lahir batin dsb)

g. Niat adalah start up total yang terealisasi, mulai Sistem Operasi, Kesiapan Hardware dan Sotware, fokus koneksi. Karena niat jika tidak direalisasikan dengan fokus hardware (Wudu, gerakan fisik menghadap Kiblat, gerakan solat, pengertian doa solat) dan software (Hati/rasa dan Pikiran secara virtual menghadap Maha Raja Pencipta) dihawatirkan koneksi tidak terjadi, dan energinya akan terbuang tidak terfokus. Jika hukum kekekalan energi berlaku, maka energi solat akan tidak sampai dan disinyalir akan dimanfaatkan oleh setan untuk memperkuat diri.

5. Orang yang solat di Masjidil Haram mendapat point 100.000 kali, mudah dimengerti karena solatnya pada kumparan energi dasyat dari jamaah solat di seluruh dunia yang berkumulasi dan bertumpuk. Sehingga speednya lebih tersundul dan dekat dengan access point Router Utama (Kabah). Artinya speed koneksinya berbanding 100.000 kali kecepatan di tempat sendiri.

6. Kalau solat berjamaah akan mendapat point 27 kali, kira-kira itu diibaratkan penyatuan energi dari para jamaah sehingga speed untuk naik ke Langit 27 kali lebih cepat. Kira-kira analoginya jika solat sendiri 60 kbps (khusyu), maka dengan solat berjamaah menjadi 1,62 Mbps.

7. Kenapa ada pula anjuran solat rawatib dan solat-solat sunat, dhuha, tahajud, tarawih, dan doa menghadap Kiblat, kira-kira dapat dianalogikan makin sering Koneksi dengan Tuhan akan semakin baik dan speed koneksinya makin masive dan hingga dirinya membentuk internal modem (sehingga tidak terikat arah koneksi=berdoa dimana saja kapan saja=diluar solat) . Dan sebaliknya apabila solatnya malas-malasan dan terpaksa, kemungkinan DC (disconected) akan sering atau lemot koneksinya.

8. Bumi bertawaf, ya analogi tawaf di Kabah, karena berputar berlawanan dengan arah jarum jam. Dan akan kiamat apabila berputar dengan sebaliknya (matahari terbit dari Barat).

9. Malaikat pun bertawaf di suatu tempat Baitul Makmur (galaxy?), analogi tawaf Kabah, tentu arah putarannya berlawanan jarum jam dan arah energinya ke atas pula. Ini sedikit hipotesa, bahwa energi yang naik ke langit dari Bumi tadi akan terkumpul di tempat tawaf para Malaikat untuk diteruskan dan diperkuat menuju Singgasana Tuhan Yang Maha Perkasa.

10. Tarian Sufi Turki juga berputar melawan putaran jam (Kaidah Tangan Kanan)

Renungan Kesimpulan

1. Solat dan Doa, diyakini akan sampai ke langit menuju Singgasana Tuhan selama memenuhi kira-kira persyaratan uraian di atas dengan sintesa (gabungan/Ekstrasi) renungan hukum agama dan hukum alam, karena dua-duanya ciptaan Tuhan juga. Jadi hendaknya ilmuwan dan agamawan bersinergi/ saling mendukung untuk mencapai kemaslahatan yang lebih luas dan pemahaman agama yang dapat diterima lahir batin

2. Memantapkan kita dalam beribadah solat khususnya dan menggiatkan diri untuk selalu on-line 24 jam dengan Tuhan, sehingga jiwa akan selalu terjaga dan membuahkan segala jenis kebaikan yang dilakukan dengan senang hati (iklas).

3. Menjawab kalo solat itu tidak menyembah batu (Kabah) seperti yang dituduhkan kaum orientalis, tapi menggunakan perangkat alam untuk menyatukan energi solat dan doa untuk mencapai Tuhan dengan upaya natural manusia.

4. Tuhan Maha Pandai, Maha Besar dan Maha Segalanya

Demikian renungan ane gan, semoga saja mampu memotivasi agan-agan dan para Pakar untuk memicu pemikiran, penelitian lebih dalam untuk lebih mempertebal keimanan dan menjadi saksi bahwa Tuhan menciptakan semesta dengan penuh kesempurnaan tidak dengan main-main (asal jadi) sehingga makin yakin dan cinta pada Tuhan Yang Maha Esa. Mungkin renungan ini berlebihan dan berfantasi, tapi sedikitnya ini pendekatan yang mampu menjawab pertanyaan sebagaimana di atas dan tidak bertentangan dengan Kitab Suci dan Hadist bahkan mendukungnya. Semoga bermanfaat...

video microsoft office word How To Convert a Word documents to PDF NOW

microsoft office word 2007 how to Save as PDF format. microsoft office word How To Convert a Word documents to PDF Video's was published...