Tampilkan postingan dengan label cerpen islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen islami. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Februari 2017

Pola Pikir Salaf

Ini tulisan bagus tapi tdk mudah utk di jalankan.

Renungan dari Anne Avantie.

Pandangan Hidupku (Utk pribadi diriku)
Dulu ....
Aku sangat KAGUM pd manusia yg :
» Cerdas,
» Kaya,
» Berhasil dalam Karir,
» Hidup sukses,
»  dan Hebat Dunianya.

Sekarang ...
Aku memilih utk mengganti kriteria kekagumanku.
Aku kagum dgn :
» Manusia yg Hebat di mata ALLAH,  
» Sekalipun kadang penampilannya begitu biasa dan sangat bersahaja.

Dulu ...
Aku memilih MARAH ktk merasa 'Harga Diriku' dijatuhkan oleh orang lain yg 'Berlaku Kasar Kepadaku' dan menyakitiku dgn 'Kalimat-2 Sindiran'.

Sekarang ...
Aku memilih utk
BANYAK BERSABAR & MEMAAFKAN, Karena aku yakin 'Ada Hikmah Lain'.  yg datang dari mrk ketika aku mampu utk 'Memaafkan & Bersabar'.

Dulu ...
Aku memilih MENGEJAR DUNIA dan 'Menumpuknya' sebisaku....
Ternyata aku sadari kebutuhanku hanyalah 'Makan & Minum' utk hari ini.

Sekarang ...
Aku memilih utk BERSYUKUR & BERSYUKUR dgn apa yg ada dan memikirkan bgmn aku bisa 'Mengisi Waktuku' hari ini dgn apa yg bisa aku lakukan/perbuat dan bermanfaat 'Untuk Sesamaku'.

Dulu ...
Aku berpikir bahwa aku bisa MEMBAHAGIAKAN
» Orang tua,
» Saudara,
» dan teman-2ku
jika aku berhasil dgn duniaku... Ternyata yg membuat mrk bahagia 'Bukan Itu', melainkan :
» Ucapan,
» Sikap,
» Tingkah,
» Sapaanku kepada mereka dan
》 slalu mendoakan mereka

Sekarang ...
Aku memilih utk 'Membuat Mereka Bahagia' dgn apa yg ada padaku krn aku ingin ke-Manfaat-an ku di-tengah2 mrk...
(Se-baik2 Manusia adlh yg Bermanfaat buat Manusia lainnya)

Dulu ...
Fokus pikiranku adlh membuat RENCANA-2 DAHSYAT utk Duniaku...
Ternyata aku menjumpai teman dan saudara-2ku bgt cepat menghadap kepada-NYA...

Sekarang ...
yg menjadi 'Fokus Pikiran' dan 'Rencana-Rencana' ku adlh bgmn agar Hidupku dapat Berkenan di mata ALLAH dan Sesama jika suatu saat nanti diriku dipanggil oleh-NYA.

→ Τak ada yg  dapat menjamin bahwa aku dapat menikmati 'Teriknya Matahari Esok Pagi'

→ Τak ada yg  bisa memberikan jaminan kepadaku bahwa aku masih bisa 'Menghirup udara Besok Hari'.

Jadi apabila 'Hari Ini dan Esok Hari' aku masih hidup,itu adlh karena kehendak ALLAH semata, bukan kehendak siapa-siapa...

Renungan ini mengintropeksi kita agar lebih mawas diri bahwa :
'DULU' aku ini siapa?
Dan 'SEKARANG' aku mau kemana?
Semoga bermanfaat.

Sabtu, 14 Januari 2017

Jangan Nyalahin Kesalahan Orang Lain

💍 *SERI FIQIH MUNAKAHAT*

🔑👔 *Kunci Pembuka Hati Suami :*
*KESAMPINGKANLAH KESALAHAN SUAMI*
          ◇◆◇◆◇◆◇

🌼 Seorang istri muslimah menyadari bahwa suaminya bukan malaikat, dan ia tak akan pernah berubah menjadi malaikat.

🌼 Kesadaran ini mengharuskannya mempersiapkan diri untuk dapat menerima kesalahan dan kekeliruan suami, serta tidak terlalu mempermasalahkannya.
Berbuat salah sudah menjadi tabiat semua manusia.

🌼 Adapun sikap bijak yang diambil bukanlah dengan mengikuti kesalahan-kesalahan suami tersebut, tetapi melalui dua hal.

1⃣ *Menasihati suami dengan baik apabila terbukti jelas ia berbuat kesalahan dalam kehidupan rumah tangga.*

2⃣ *Tidak mencela dan mencemoohnya bila ia berulang kali melakukan kesalahan yang sulit dihindari tabiatnya.*
Ini pasti ada dalam kehidupan berumah tangga.

💬 Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di mengatakan, “Dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

*‘Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah, bila ia tidak menyukai satu perilaku, pasti ia meridhai perilakunya yang lain.”*
(HR. Muslim),

👆🏿 *Terkandung dua faidah penting:*

1⃣ Petunjuk berinteraksi dengan istri, kerabat, kawan dan semua orang yang menjalin hubungan komunikasi denganmu, bahwa seyogyanya engkau meyakini ada aib, kekurangan atau perkara yang kurang engkau senangi pada diri orang yang bersangkutan.

Bila engkau benar benar mendapatinya, maka bandingkanlah kekurangan ini dengan apa yang wajib atau seyogyanya engkau lakukan demi menguatkan hubungan dan mempertahankan cinta, *yaitu dengan mengingat kebaikan-kebaikannya.*

Dengan sikap megesampingkan kesalahan-kesalahan dan melihat kebaikan-kebaikan ini, niscaya kebersamaan dan komunikasi tetap terjalin, kebahagiaan pun menjadi lebih sempurna.

2⃣ Kesedihan dan kegundahan menjadi sirna, kebahagiaan dan kesinambungan melaksanakan hak-hak yang wajib dan sunnah bertahan awet, serta terwujudlah kenyamanan antara suami dan istri.

💐 Siapa yang tidak memetik petunjuk dari apa yang telah diungkapkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini, bahkan malah membalik permasalahan dengan lebih memperhatikan kesalahan dan menutup mata dari kebaikan, pasti ia dirundung kegundahan.

Niscaya akan keruhlah kebeningan cinta antara dirinya dan orang yang berhubungan dengannya, serta terbengkalailah hak-hak yang menjadi kewajiban masing-masing dari keduanya.” (Al-Wasa’ilul Mufidah lil Hayatis Sa’idah, hal 22-23)

💐 Ucapan ini sama-sama berlaku pada suami dan istri. Karenanya, Anda, wahai saudariku muslimah, juga yang dimaksud dalam hadits Nabi shallallahu ’alaihi wasallam di atas, sekaligus yang dimaksudkan agar menutup mata dari kesalahan-kesalahan suamimu, dan tidak menelisik setiap kesalahan yang ia lakukan, meskipun sepele.

💐 *Telah diketahui bahwa sikap istri yang tidak mempermasalahkan kekeliruan suami akan memunculkan dalam hati suami perasaan cinta kepadanya dan ketentraman hidup bersamanya.*

💐 *Juga, menjadikan suami mempergauli istri dengan sikap yag sama, tidak njlimet mengoreksi tindak-tanduk dan berbagai kesalahannya.*

💐 *Jika engkau mendapati aib maka tutuplah kekurangan itu*
Sungguh mulia dan luhur orang yang tak memiliki kekurangan

💐 *Jika engkau selalu menyalahkan kekasihmu dalam segala perkara*
*Engkau takkan menemui orang yang tidak engkau cela*

Diambil dari buku Suami Shalih Aku Merindukanmu, Syaikh Nada Abu Ahmad, Abul Hasan bin Muhammad Al Faqih,
Wanitasolehah.com

📢 *Republished By:*
🌐 Group BIS & BMS - Dakwah Untuk Umat 💐
══════ ❁✿❁ ══════
Daftar WA, Ketik: daftar#nama#asal

Bimbingan Muslim Shalih (BIS)
📲 *082344096067 (Ikhwan)*
Bimbingan Mar'ah Shalehah (BMS)
📲 *085795695662 (Akhwat)*

📮Telegram
@moslemlearning
@alquranalhadits
•┈┈•••○○❁🌸❁○○•••┈┈•
📚 Kurikulum Bimbingan : Aqidah, Fikih, Hadits, Manhaj, Adab, Petuah Ulama, Tazkiyatun Nufus, Nasehat, Dll.
•┈┈•••○○❁🌸❁○○•••┈┈•

Rabu, 11 Januari 2017

Ihsan iman islam

💍 *SERI AQIDAH*

♻ *Keumuman dan Kekhususan dari Ketiga Tingkatan Tersebut (Islam, Iman, Ihsan)*

1⃣ Islam dan iman apabila disebut salah satunya secara terpisah maka yang lain termasuk di dalamnya. Tidak ada perbedaan antara keduanya ketika itu.

Tetapi jika disebut keduanya secara bersamaan, maka masing-masing mempunyai pengertian sendiri-sendiri, sebagaimana yang ada dalam hadits Jibril.

*Di mana Islam ditafsiri dengan amalan-amalan lahiriah atau amalan-amalan badan seperti shalat dan zakat.*

*Sedangkan iman ditafsiri dengan amalan-amalan hati atau amalan-amalan batin seperti membenarkan dengan lisan, percaya dan ma’rifat kepada Allah, malaikatNya, kitab-kitabNya, para rasulNya dan seterusnya.*

2⃣ Adapun keumuman dan kekhususan antara ketiganya ini telah dijelaskan oleh Syaikh Ibnu Taimiyah sebagai berikut:

“Ihsan itu lebih umum dari sisi dirinya sendiri dan lebih khusus dari segi orang-orangnya daripada iman.

Iman itu lebih umum dari segi dirinya sendiri dan lebih khusus dari segi orang-orangnya daripada Islam.

Ihsan mencakup iman, dan iman mencakup Islam.

Para muhsinin lebih khusus daripada mukminin, dan para mukmin lebih khusus dari para muslimin.” (Lihat Majmu’ Fatawa, 7/10 )

Oleh karena itu para ulama muhaqqiq mengatakan,

“Setiap mukmin adalah muslim, karena sesungguhnya siapa yang telah mewujudkan iman dan ia tertancap di dalam sanubarinya maka dia pasti melaksanakan amalan-amalan Islam sebagaimana yang telah disabda-kan baginda Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam :
*“Ingatalah sesungguhnya di dalam jasad itu terdapat segumpal darah, jika ia baik maka menjadi baiklah jasad itu semuanya, dan jika ia rusak maka rusaklah jasad itu semuanya. Ingatlah, dia itu adalah hati.”* (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

_Dan tidak setiap muslim itu mukmin, karena bisa jadi imannya sangat lemah, sehingga tidak bisa mewujudkan iman dengan bentuk yang sempurna, tetapi ia tetap menjalankan amalan-amalan Islam, maka menjadilah ia seorang muslim, bukan mukmin yang sempurna imannya._

Sebagaimana firman Allah Subhannahu wa Ta’ala : *“Orang-orang Arab Badwi itu berkata: ‘Kami telah beriman’. Katakanlah (kepada mereka): ‘Kamu belum beriman, tetapi kata-kanlah: ‘Kami telah tunduk’, …”* (Al-Hujurat: 14)

Mereka bukanlah orang munafik secara keseluruhan, demikian menurut yang paling benar dari dua penafsiran yang ada, yakni perkataan Ibnu Abbas dan lainnya, tetapi iman mereka lemah.

Hal ini ditunjukkan oleh firman Allah Subhannahu wa Ta’ala :
*“… dan jika kamu ta’at kepada Allah dan RasulNya, Dia tiada akan mengurangi sedikitpun (pahala) amalanmu; ..”*
(Al-Hujurat: 14)

Maksudnya tidaklah pahala mereka dikurangi berdasarkan iman yang ada pada diri mereka yang cukup sebagai syarat untuk diterimanya amalam mereka dan diberi balasan pahala.

Seandainya mereka tidak memiliki iman, tentu mereka tidak akan diberi pahala apa-apa.
(Syarah Arba’in, Ibnu Rajab, hal. 25-26.)

3⃣ Maka jelaslah bahwa dien itu bertingkat, dan sebagian tingkatan-nya lebih tinggi dari yang lain.

*Pertama adalah Islam, kemudian naik lagi menjadi iman, dan yang paling tinggi adalah ihsan*

🖊 Syeikh Solih Al Fauzan
📗 Kitab Tauhid

*Published By:*
🌐 Group BIS & BMS - Dakwah Untuk Umat 💐
══════ ❁✿❁ ══════
Daftar WA, Ketik: daftar#nama#asal

Bimbingan Muslim Shalih (BIS)
📲 *082344096067 (Ikhwan)*
Bimbingan Mar'ah Shalehah (BMS)
📲 *085795695662 (Akhwat)*

📮Telegram
@moslemlearning
@alquranalhadits
•┈•••○○❁🌸❁○○•••┈┈•
📚 Kurikulum Bimbingan :  Aqidah, Fikih, Hadits, Manhaj, Adab, Petuah Ulama, Tazkiyatun Nufus, Nasehat, Dll.
•┈┈•••○○❁🌸❁○○•••┈┈•

Selasa, 10 Januari 2017

Semoga bisa dalat istri kaya gini ya Allah

*10 sifat istri yang membuat Rezeki suami mengalir*

*1*. Istri yang pandai bersyukur.
*2*. Istri yang tawakal kepada Allah.
*3*. Istri yang baik agamanya.
*4*. Istri yang banyak istighfar.
*5*. Istri yang gemar silaturahmi.
*6*. Istri yang suka bersedekah.
*7*. Istri yang bertaqwa.
*8*. Istri yang selalu mendoakan suaminya.
*9*. Istri yang gemar sholat dhuha.
*10*. Istri yang taat dan melayani sumainya dengan baik.

*FAEDAHNYA:*
10 Sifat Istri yang Membuat Rezeki Suami Mengalir Der

Banyak suami yang mungkin tidak tahu bahwa rezekinya dengan izin Allah mengalir lancar atas peran istri. Memang tidak bisa dilihat secara kasat mata, namun bisa dijelaskan secara spiritual bahwa 10 sifat istri ini ‘membantu’ mendatangkan rezeki bagi suaminya.

1. Istri yang pandai bersyukur

Istri yang bersyukur atas segala karunia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk rezeki. Punya suami, bersyukur. Menjadi ibu, bersyukur. Anak-anak bisa mengaji, bersyukur. Suami memberikan nafkah, bersyukur. Suami memberikan hadiah, bersyukur. Suami mencintai setulus hati, bersyukur. Suami memberikan kenikmatan sebagai suami istri, bersyukur.

“Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan: jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmatKu) maka sesungguhnya adzabku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7).

2. Istri yang tawakal kepada Allah

Di saat seseorang bertawakkal kepada Allah, Allah akan mencukupi rezekinya.
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Thalaq: 3).

Jika seorang istri bertawakkal kepada Allah, sementara dia tidak bekerja, dari mana dia dicukupkan rezekinya. Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak selalu harus langsung diberikan kepada wanita tersebut. Bisa jadi Allah akan memberikan rezeki yang banyak kepada suaminya, lalu suami tersebut memberikan nafkah yang cukup kepada dirinya.

3. Istri yang baik agamanya

Rasulullah menjelaskan bahwa wanita dinikahi karena empat perkara. Karena hartanya, kecantikannya, nasabnya dan agamanya.

“Pilihlah karena agamanya, niscaya kamu beruntung” (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Beruntung itu beruntung di dunia dan di akhirat. Beruntung di dunia, salah satu aspeknya adalah dimudahkan mendapatkan rezeki yang halal.

Coba kita perhatikan, insya Allah tidak ada satu pun keluarga yang semua anggotanya taat kepada Allah kemudian mereka mati kelaparan atau nasibnya mengenaskan. Lalu bagaimana dengan seorang suami yang banyak bermaksiat kepada Allah tetapi rezekinya lancar? Bisa jadi Allah hendak memberikan rezeki kepada istri dan anak-anaknya melalui dirinya. Jadi berkat taqwa istrinya dan bayi atau anak kecilnya yang belum berdosa, Allah kemudian mempermudah rezekinya. Suami semacam itu sebenarnya berhutang pada istrinya.

4. Istri yang banyak beristighfar

Di antara keutamaan istighfar adalah mendatangkan rezeki. Hal itu bisa dilihat dalam Surat Nuh ayat 10 hingga 12. Bahwa dengan memperbanyak istighfar, Allah akan mengirimkan hujan dan memperbanyak harta.

“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu’, sesunguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai untukmu”(QS. Nuh : 10-12).

5. Istri yang gemar silaturahim
Istri yang gemar menyambung silaturahim, baik kepada orang tuanya, mertuanya, sanak familinya, dan saudari-saudari seaqidah, pada hakikatnya ia sedang membantu suaminya memperlancar rezeki. Sebab keutamaan silaturahim adalah dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya.

“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

6. Istri yang suka bersedekah

Istri yang suka bersedekah, dia juga pada hakikatnya sedang melipatgandakan rezeki suaminya. Sebab salah satu keutamaan sedekah sebagaimana disebutkan dalam surat Al Baqarah, akan dilipatgandakan Allah hingga 700 kali lipat. Bahkan hingga kelipatan lain sesuai kehendak Allah.

Jika istri diberi nafkah oleh suaminya, lalu sebagiannya ia gunakan untuk sedekah, mungkin tidak langsung dibalas melaluinya. Namun bisa jadi dibalas melalui suaminya. Jadilah pekerjaan suaminya lancar, rezekinya berlimpah.

“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261).

7. Istri yang bertaqwa

Orang yang bertaqwa akan mendapatkan jaminan rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan ia akan mendapatkan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ath Talaq ayat 2 dan 3.

“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (QS. At Thalaq: 2-3).

8. Istri yang selalu mendoakan suaminya

Jika seseorang ingin mendapatkan sesuatu, ia perlu mengetahui siapakah yang memilikinya. Ia tidak bisa mendapatkan sesuatu tersebut melainkan dari pemiliknya.

Begitulah rezeki. Rezeki sebenarnya adalah pemberian dari Allah Azza wa Jalla. Dialah yang Maha Pemberi rezeki. Maka jangan hanya mengandalkan usaha manusiawi namun perbanyaklah berdoa memohon kepadaNya. Doakan suami agar senantiasa mendapatkan limpahan rezeki dari Allah, dan yakinlah jika istri berdoa kepada Allah untuk suaminya pasti Allah akan mengabulkannya.
“DanTuhanmu berfirman: Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan” (QS. Ghafir: 60).

9. Istri yang gemar shalat dhuha

Shalat dhuha merupakan shalat sunnah yang luar biasa keutamaannya. Shalat dhuha dua raka’at setara dengan 360 sedekah untuk menggantikan hutang sedekah tiap persendian. Shalat dhuha empat rakaat, Allah akan menjamin rezekinya sepanjang hari.

“Di dalam tubuh manusia terdapat 360 sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan sedekahnya.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah?” Beliau menjawab, “Engkau membersihkan dahak yang ada di dalam masjid adalah sedekah, engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah Maka jika engkau tidak menemukannya (sedekah sebanyak itu), maka dua raka’at Dhuha sudah mencukupimu.” (HR. Abu Dawud)

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.”(HR. Ahmad).

10. Istri yang taat dan melayani suaminya

Salah satu kewajiban istri kepada suami adalah mentaatinya. Sepanjang perintah suami tidak dalam rangka mendurhakai Allah dan RasulNya, istri wajib mentaatinya.

Apa hubungannya dengan rezeki? Ketika seorang istri taat kepada suaminya, maka hati suaminya pun tenang dan damai. Ketika hatinya damai, ia bisa berpikir lebih jernih dan kreatifitasnya muncul. Semangat kerjanya pun menggebu. Ibadah juga lebih tenang, rizki mengalir lancar.

*#BERITAHUKAN ISTRI ANDA*
itu baru satu istri jika empat istri wah tambah ...........

Jumat, 06 Januari 2017

Muhasabah Diri untuk Muslimah Cantik

💍 *SERI ADAB*

♻ *MUHASABAH DIRI (TUNDUKKAN HAWA NAFSU TERHADAP SYARIAT)*

🌹 *DALIL-DALIL SYARIAT*

☄ *Kewajiban Berjilbab Bagi Muslimah*

📔 *Dalil-dalil Al-Qur'an:*

▶ Ayat Pertama: Allah Ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu & isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah utk dikenal, karena itu mereka tak di ganggu. & Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di berkata: “Ayat yang disebut dgn ayat hijab ini memuat perintah Allah kepada Nabi-Nya agar menyuruh kaum perempuan secara umum dgn mendahulukan istri & anak-anak perempuan beliau karena mereka menempati posisi yang lebih penting daripada perempuan yang lainnya, & juga karena sudah semestinya orang yang menyuruh orang lain utk mengerjakan suatu (kebaikan) mengawalinya dgn keluarganya sendiri sebelum menyuruh orang lain. Hal itu sebagaimana difirmankan Allah ta’ala (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian & keluarga kalian dari api neraka.” (Taisir Karimir Rahman, hal. 272)

Abu Malik berkata: “Ketahuilah wahai saudariku muslimah, bahwa para ulama telah sepakat wajibnya kaum perempuan menutup seluruh bagian tubuhnya, & sesungguhnya terjadinya perbedaan pendapat –yang teranggap- hanyalah dlm hal menutup wajah & dua telapak tangan.” (Fiqhu Sunnah li Nisaa’, hal. 382)

▶ Ayat Kedua, Firman Allah Ta'ala:

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَآئِهِنَّ أَوْ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَآئِهِنَّ أَوْ أَبْنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ إِخْوَٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ أَخَوَٰتِهِنَّ أَوْ نِسَآئِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُهُنَّ أَوِ ٱلتَّٰبِعِينَ غَيْرِ أُو۟لِى ٱلْإِرْبَةِ مِنَ ٱلرِّجَالِ أَوِ ٱلطِّفْلِ ٱلَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا۟ عَلَىٰ عَوْرَٰتِ ٱلنِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴿٣١﴾

"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. *Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya,* dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."(Q.S. An-Nur, 24:31).

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata:
Firman Allah Ta'ala :
{وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ}
Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. (An-Nur: 31)
Yakni kain kerudung yang panjang agar dapat menutupi dada dan bagian sekitarnya, agar berbeda dengan pakaian wanita Jahiliah...
Al-khumur adalah bentuk jamak dari khimar, artinya kain kerudung yang dipakai untuk menutupi kepala; dikenal pula dengan sebutan muqani'.
Sa'id ibnu Jubair telah mengatakan sehubungan dengan makna firmannya: Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudungnya ke dadanya. (An-Nur: 31) Maksudnya, menutupi bagian leher dan dadanya; maka tidak boleh ada se
suatu pun dari bagian tersebut yang tampak. (Tafsir Ibnu Katsir).

▶ Ayat Ketiga, firman Allah Ta'ala:

…وَإذا سَأَلۡـتـُمُوهُنَّ مَتَٰعًا فـَسۡـئَلـُوهُنَّ مِن وَرَآءِ حِجَابٍۚ ذَٰلِكُمۡ أَطۡهَرُ لِقـُلـُوبـِكـُمۡ وَقـُلـُوبِهـِنَّ ۚ … (الأحزاب : 53

Dan apabila kamu meminta sesuatu kepada mereka (istri- istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir (yang menutupi kalian dan mereka). Cara yang demikian itu lebih suci bagi hati kamu dan hati mereka. (QS. al-Ahzab [33]: 53).

▶ Ayat Keempat, firman Allah Ta'ala:

فِي بُيُوتِكـُنَّ وََلا تَبَرُّجۡنَ تَبَرُّجَ ٱلۡجَٰهِلِيَّةِ ٱلأوْلَىٰۖ … (الأحزاب : 33

“Dan tetaplah kamu (tinggal) di rumah kamu dan janganlah kamu bertabarruj (berhias dan bertingkah laku) seperti tabarruj Jahiliah pertama….” (QS. al-Ahzab ayat: 33).

📔 *Dalil-dalil Al-Hadits:*

▶ Hadits Pertama: Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari Ummu Athiyyah radhiyallaahu anha :

عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ أُمِرْنَا أَنْ نُخْرِجَ الْحُيَّضَ يَوْمَ الْعِيدَيْنِ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ ، فَيَشْهَدْنَ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَدَعْوَتَهُمْ ، وَيَعْتَزِلُ الْحُيَّضُ عَنْ مُصَلاَّهُنَّ . قَالَتِ امْرَأَةٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِحْدَانَا لَيْسَ لَهَا جِلْبَابٌ . قَالَ « لِتُلْبِسْهَا صَاحِبَتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا »

Dari Ummu ‘Athiyyah, ia berkata, “Pada dua hari raya, kami diperintahkan untuk mengeluarkan wanita-wanita haid dan gadis-gadis pingitan untuk menghadiri jamaah kaum muslimin dan doa mereka. Tetapi wanita-wanita haid harus menjauhi tempat shalat mereka. Seorang wanita bertanya:, “Wahai Rasulullah, seorang wanita di antara kami tidak memiliki jilbab (bolehkan dia keluar)?” Beliau menjawab, “Hendaklah kawannya meminjamkan jilbabnya untuk dipakai wanita tersebut.” (HR. Bukhari no. 351 dan Muslim no. 890).

▶ Hadits Kedua, Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:

صنفان من اهل النار لم ار هما : قوم معهم سيات كأذناب البقر يضربون بها الناس. ونساء كاسيات عاريات, مميلات مائلات رؤوسهن كأسنمة البخت الماءلة, لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا و كذا. وإن ريحها ليوجد من مسيرة خمسامئة عام. (رواه مسلم و احمد).
Artinya : "Ada dua golongan manusia yang termasuk penghuni neraka akan tetapi saya belum melihatnya, golongan pertama adalah kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi untuk mencambuk orang lain. (Isyarat bagi seorang penguasa dzolim yang bertindak semena-mena pada rakyatnya). Kelompok yang kedua adalah  *perempuan yang berpakaian akan tetapi telanjang, menggoda dan berlenggak lenggok, kepala seperti punuk unta yang miring.* Mereka tidak masuk surga dan tidak pula mencium bau wanginya, meskipun semerbak baunya dapat tercium dari perjalanan sekian dan sekian. Dalam suatu riwayat yang lain dijelaskan : Sesungguhnya semerbak bau wanginya dapat tercium dari perjalanan 500 tahun."(H.R. Muslim dan Ahmad).

▶ Hadits Ketiga, dari Urwah:

عن عروة أن عائشة قالت : لقد كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصلي الفجر فيشهد معه نساء من المؤمنات متلفعات في مروطهن ثم يرجعن إلى بيوتهن ما يعرفهن أحد . رواه البخاري ( 365 ) ومسلم ( 645 ) .

   Dari Urwah sesungguhnya Aisyah berkata: Sungguh dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sholat subuh, maka para mukminat ikut sholat berjamaah, mereka menutup kepala mereka dengan kain (jilbab) kemudian mereka pulang ke rumah masing masing dan tidak ada seorangpun yang melihat mereka . HR. Al-Bukhari 365, Muslim 645).

▶ Hadits Keempat, dari Ali bin Abi Thalhah:

قال علي بن أبي طلحة، عن ابن عباس: أمر الله نساء المؤمنين إذا خرجن من بيوتهن في حاجة أن يغطين وجوههن من فوق رؤوسهن بالجلابيب، ويبدين عينًا واحدة.

‘Ali bin Abi Tholhah berkata, dari  Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Allah telah memerintahkan kepada wanita beriman jika mereka keluar dari rumah mereka dalam keadaan tertutup wajah dan atas kepala mereka dengan jilbab dan yang nampak hanyalah satu mata.” Disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim.

Di dalam Lisanul ‘Arob, jilbab adalah pakaian yang lebar yang lebih luas dari khimar (kerudung) berbeda dengan selendang (rida’) dipakai perempuan untuk menutupi kepala dan dadanya. Lisanul ‘Arob, Ibnu Manzhur, 1: 272.

Para ulama sepakat (berijma’) bahwa
berjilbab itu wajib. Yang mereka perselisihkan adalah dalam masalah wajah dan kedua telapak tangan apakah wajib ditutupi. (Ibnu Hazm, lihat Al-Maushu'ah Al-Fiqhiyyah).

⚠ *MUHASABAH DIRI:*

Setelah kita membaca dan memahami dalil-dalil di atas, lihatlah kepada diri kita wahai saudariku muslimah, apakah kita sudah mengamalkan syariat memakai jilbab yang menutupi dada belum?

Jika sudah mengamalkan, alhamdulillah,  pertahankan dan istiqomah lah...

Jika belum mengamalkan, maka istighfar lah,  dan berusahalah mengamalkannya dari mulai sekarang...perbaiki diri dan berusaha taat kepada Allah Ta'ala dan Rasul-Nya...

Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri selama nyawa masih di badan dan sebelum hari Kiamat...

Jika masih malas atau takut celaan dan cemoahan orang, maka siapa yang lebih anda takuti,  takut kepada celaan Allah Ta'ala  ataukah takut kepada celaan manusia?

Seseorang yang benar-benar  beriman kepada Allah Ta'ala,  dia akan taat dan menyerahkan dirinya kepada Allah Ta'ala, Allah Ta’ala  berfirman:

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Hanya ucapan orang-orang beriman, yaitu ketika mereka diajak menaati Allah dan Rasul-Nya agar Rasul-Nya tersebut memutuskan hukum diantara kalian, maka mereka berkata: Sami’na Wa Atha’na (Kami telah mendengar hukum tersebut dan kami akan taati). Merekalah orang-orang yang beruntung” (QS. An Nuur: 51)

Lihatlah ayat di atas, orang yang beriman akan menjadi orang yang beruntung jika dia taat dan patuh terhadap keputusan dan hukum syariat yang Allah Ta'ala tetapkan.

*Bagi saudariku muslimah yang belum memakai jilbab, kenapa anda belum memakai jilbab*

Bertaubatlah kepada Allah Ta'ala...segera pakai jilbab syar'i...

Apakah karena takut celaan orang?
Celaan dan siksa Allah Ta'ala lebih pantas untuk ditakuti...

Apakah karena mengikuti budaya orang kafir?
Syariat Islam lebih pantas anda ikuti...karena anda orang Islam...

Apakah karena gerah, panas?
Panas neraka lebih pantas anda takuti, karena menentang perintah Allah Ta'ala berhak mendapat siksa neraka...

Apakah karena kurang gaya, kurang keren?
Lebih gaya dan keren muslimah yang berjilbab, lebih cantik, lebih anggun...dengan jilbab lebih menunjukkan keislaman dan ketaqwaanmu...

*Bagi Saudariku muslimah yang memakai jilbab tapi masih kecil, belum menutupi dada, masih memakai celana dan kaus ketat*

Bertaubatlah kepada Allah Ta'ala...segera pakai jilbab syar'i...

Untuk apa anda memakai jilbab namun masih memperlihatkan auratmu?

Janganlah setengah-setengah dalam menjalankan syariat Islam...jalani syariat ini dengan sepenuhnya...di samping menutup kepala, tutuplah juga lekuk lekuk tubuhmu,  janganlah memakai baju dan celana ketat, karena itu membentuk badan,  dan akan mendatangkan fitnah...jika anda membiarkan aurat dan lekuk tubuhku dinikmati laki-laki yang bukan mahram, maka akan menjadi tambahan DOSA mungkin...

Apakah anda tidak takut siksa neraka?

Marilah saudariku muslimah, kita berusaha untuk taat terhadap syariat Allah Ta'ala,  semoga kita menjadi orang yang beruntung di dunia dan akherat...aammiin
Wallahu A'lam.

🖋 Penyusun: Agus Santoso,  Lc., M.P.I
🌐 *By Group BIS & BMS* - Dakwah Untuk Umat 💐

══════ ❁✿❁ ══════
📢 *Published By*:
💠 Group WA Bimbingan Muslim Shalih (BIS) & Bimbingan Mar'ah Shalihah (BMS)
Admin:
📲 *082344096067 (Ikhwan)*
📲 *085642021053 (Akhwat)*
Ketik: daftar#nama#domisili

Ikuti juga chanel: 📮Telegram
@moslemlearning
@alquranalhadits
•┈┈•••○○❁🌸❁○○•••┈┈•

📚 *Kurikulum Bimbingan :*
Aqidah, Fikih, Hadits, Manhaj, Tafsir, Adab, Petuah Ulama, Tazkiyatun Nufus, Tanya Jawab, Dll.
•┈┈•••○○❁🌸❁○○•••┈┈•

Semoga yg Membaca Bisa Khusnul Khatimah

*MENYESAL SAAT SAKARATUL MAUT*

Alkisah ada seorang sahabat Nabi bernama Sya’ban RA.

Ia adalah seorang sahabat yang tidak menonjol dibandingkan
sahabat2 yg lain.
Ada suatu kebiasaan unik dari beliau yaitu setiap masuk masjid sebelum sholat berjamaah dimulai dia selalu beritikaf di pojok depan masjid.
Dia mengambil posisi di pojok bukan karena supaya mudah bersandaran atau tidur, namun karena tidak mau mengganggu orang lain dan tak mau terganggu oleh orang lain dalam beribadah.

Kebiasaan ini sudah dipahami oleh sahabat bahkan oleh Rasulullah SAW, bahwa Sya’ban RA selalu berada di posisi tsb termasuk saat sholat berjamaah.

Suatu pagi saat sholat subuh berjamaah akan dimulai RasululLah SAW mendapati bahwa Sya’ban RA tidak berada di posisinya seperti biasa. Nabi pun bertanya kepada jemaah yg hadir apakah ada yg melihat Sya’ban RA.

Namun tak seorangpun jamaah yg melihat Sya’ban RA. Sholat subuhpun ditunda sejenak untuk menunggu kehadiran Sya’ban RA. Namun yg ditunggu belum juga datang. Khawatir sholat subuh kesiangan, Nabi memutuskan untuk segera melaksanakan sholat subuh berjamaah.

Selesai sholat subuh, Nabi bertanya apa ada yg mengetahui kabar dari Sya’ban RA.
Namun tak ada seorangpun yang menjawab.
Nabi bertanya lagi apa ada yg mengetahui di mana rumah Sya’ban RA.

Kali ini seorang sahabat mengangkat tangan dan mengatakan bahwa dia mengetahui persis di mana rumah Sya’ban RA.
Nabi yang khawatir terjadi sesuatu dg Sya’ban RA meminta diantarkan ke rumahnya.
Perjalanan dengan jalan kaki cukup lama ditempuh oleh Nabi dan rombongan sebelum sampai ke rumah yg dimaksud.
Rombongan Nabi sampai ke sana saat waktu afdol untuk sholat dhuha (kira2 3 jam perjalanan).

Sampai di depan rumah tersebut Nabi mengucapkan salam.
Dan keluarlah seorang wanita sambil membalas salam tsb.

_“Benarkah ini rumah Sya’ban?”_Nabi bertanya.

_“Ya benar, saya istrinya”_ jawab wanita tsb.

_“Bolehkah kami menemui Sya’ban, yg tadi tidak hadir saat sholat subuh di masjid?”_

Dengan berlinangan air mata istri Sya’ban RA menjawab:
_“Beliau telah meninggal tadi pagi..."_

InnaliLahi wainna ilaihirojiun… Maa sya Allah, satu2nya penyebab dia tidak sholat subuh berjamaah adalah karena ajal sudah menjemputnya.

Beberapa saat kemudian istri Sya’ban bertanya kepada Rasul
“ Ya Rasul ada sesuatu yg jadi tanda tanya bagi kami semua, yaitu menjelang kematiannya dia berteriak tiga kali dg masing2 teriakan disertai satu kalimat.
Kami semua tidak paham apa maksudnya."

_“Apa saja kalimat yg diucapkannya?” tanya Rasul._

Di masing2 teriakannya dia berucap kalimat:

_“ Aduuuh kenapa tidak lebih jauh……”_

_“ Aduuuh kenapa tidak yg baru……. “_

_“ Aduuuh kenapa tidak semua……”_

Nabi pun melantukan ayat yg terdapat dalam surat Qaaf (50) ayat 22 :
“Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan dari padamu hijab (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.“

Saat Sya’ban dlm keadaan sakratul maut, perjalanan hidupnya ditayangkan ulang oleh Allah.
Bukan cuma itu, semua ganjaran dari perbuatannya diperlihatkan oleh Allah.
Apa yang dilihat oleh Sya’ban (dan orang yg sakratul maut) tidak bisa disaksikan oleh yg lain.
Dalam pandangannya yang tajam itu Sya’ban melihat suatu adegan di mana kesehariannya dia pergi pulang ke masjid untuk sholat
berjamaah lima waktu.
Perjalanan sekitar 3 jam jalan kaki sudah tentu bukanlah jarak yg dekat.
Dalam tayangan itu pula Sya’ban RA diperlihatkan pahala yg diperolehnya dari langkah2 nya ke Masjid.
Dia melihat seperti apa bentuk surga ganjarannya.

Saat melihat itu dia berucap:
“ Aduuuh kenapa tidak lebih jauh……”
Timbul penyesalan dalam diri Sya’ban , mengapa rumahnya tidak lebih jauh lagi supaya pahala yg didapatkan lebih banyak dan sorga yg didapatkan lebih indah.

Dalam penggalan berikutnya Sya’ban melihat saat ia akan berangkat sholat berjamaah di musim dingin.
Saat ia membuka pintu berhembuslah angin dingin yang menusuk tulang.
Dia masuk kembali ke rumahnya dan mengambil satu baju lagi untuk dipakainya. Jadi dia memakai dua buah baju.
Sya’ban sengaja memakai pakaian yg bagus (baru) di dalam dan yg jelek (butut) di luar.
Pikirnya jika kena debu, sudah tentu yg kena hanyalah baju yg luar. Sampai di masjid dia bisa membuka baju luar dan solat dg baju yg lebih bagus.
Dalam perjalanan ke masjid dia menemukan seseorang yg terbaring kedinginan dalam kondisi mengenaskan.
Sya’ban pun iba, lalu segera membuka baju yg paling luar dan dipakaikan kepada orang tsb dan memapahnya utk bersama2 ke masjid melakukan sholat berjamaah.
Orang itupun terselamatkan dari
mati kedinginan dan bahkan sempat melakukan sholat berjamaah.
Sya’ban pun kemudian melihat indahnya sorga yg sebagai balasan memakaikan baju bututnya kepada orang tsb.
Kemudian dia berteriak lagi:
“ Aduuuh kenapa tidak yang baru...“
Timbul lagi penyesalan di benak Sya’ban.
Jika dg baju butut saja bisa mengantarkannya mendapat pahala yg begitu besar, sudah tentu ia akan mendapat yg lebih besar lagi seandainya ia memakaikan baju yg baru.

Berikutnya Sya’ban melihat lagi suatu adegan saat dia hendak sarapan dg roti yg dimakan dg cara mencelupkan dulu ke segelas susu.
Ketika baru saja hendak memulai sarapan, muncullah pengemis di depan pintu yg meminta diberi sedikit roti karena sudah lebih 3 hari perutnya tidak diisi makanan.
Melihat hal tsb. Sya’ban merasa iba. Ia kemudian membagi dua roti itu sama besar, demikian pula segelas susu itu pun dibagi dua.
Kemudian mereka makan bersama2 roti itu yg sebelumnya dicelupkan susu, dg porsi yg sama.
Allah kemudian memperlihatkan ganjaran dari perbuatan Sya’ban RA dg surga yg indah.
Demi melihat itu diapun berteriak
lagi:
“ Aduuuh kenapa tidak semua……”
Sya’ban kembali menyesal .
Seandainya dia memberikan semua roti itu kepada pengemis tersebut tentulah dia akan mendapat surga yg lebih indah.

Masyaallah, Sya’ban bukan menyesali perbuatannya, tapi menyesali mengapa tidak optimal.
Sesungguhnya semua kita nanti pada saat sakratul maut akan menyesal tentu dengan kadar yang berbeda, bahkan ada yg meminta untuk ditunda matinya karena pada saat itu barulah terlihat dengan jelas konsekwensi dari semua perbuatannya di dunia.
Mereka meminta untuk ditunda sesaat karena ingin bersedekah.
Namun kematian akan datang pada waktunya, tidak dapat dimajukan dan tidak dapat dimundurkan.

Sering sekali kita mendengar ungkapan hadits berikut:

_“Sholat Isya berjamaah pahalanya sama dengan sholat separuh malam.”_

_“Sholat Subuh berjamaah pahalanya sama dengan sholat sepanjang malam.”_

_“Dua rakaat sebelum Shubuh lebih baik dari pada dunia dan isinya.”_

_Namun lihatlah... masjid tetap saja lengang._
_Seolah kita tidak percaya kepada janji Allah._

Mengapa demikian?
Karena apa yg dijanjikan Allah itu tidak terlihat oleh mata kita pada situasi normal.

Mata kita tertutupi oleh suatu hijab.
Karena tidak terlihat, maka yang berperan adalah iman dan keyakinan bahwa janji Allah tidak pernah meleset.
Allah akan membuka hijab itu pada saatnya.
Saat ketika nafas sudah sampai di tenggorokan.

Sya’ban RA telah menginspirasi kita
bagaimana seharusnya menyikapi janji Allah tsb.

Dia ternyata tetap menyesal sebagaimana halnya kitapun juga akan menyesal.
Namun penyesalannya bukanlah karena tdk menjalankan perintah Allah SWT.
Penyesalannya karena tidak melakukan kebaikan dgn optimal.

Sudahkah kita semua di group ini berhitung siap menghadapi apa yg akan pasti kita hadapi semua...sakratul maut...ato sibuk masih sibuk dg urusan dunia kita yg pasti kita tinggalkan...???

Semoga kita selalu bisa mengoptimalkan kebaikan² disetiap kesempatan.
Aamiin.
                                     Semoga Bermanfaat

bertahan 1 C I N T A

💍 *SERI MUHASABAH*

❤ *CINTA....*

Akhi ukhti…

❓Adakah orang yang paling kau cintai di muka bumi ini?

⛔ Aku tak butuh dengan jawabanmu, karena aku sama denganmu, sebagai Makhluk Allah yang dilahirkan membawa cinta

❓Tapi yang ingin kutanyakan, apakah cintamu bertepuk sebelah tangan?

☄ Sehingga kau hanya ibarat pungguk merindukan rembulan…

☄ Kau senantiasa membicarakan kekasihmu

☄ Membayangkan kehadiran dan perhatiannya

☄ Menggambarkan keindahan hidup di bawah naungannya

☄ membicarakan dan menceritakannya

☄ Tapi semua hanya khayalan belaka yang tidak pernah ada dalam wujud nyata…

♨ Karena kau memang tidak pantas dikasihi

♨ Kau tidak layak dicintai

♨ Kau hanya hanya pandai bermanis lidah, berhias bibir

♨ Tingkahmu selalu menoreh luka

♨ Langkahmu di luar jalur yang digariskannya

♨ Perbuatanmu senantiasa menimbulkan amarah

♨ Maka mana mungkin gayung bersambut…

♨ Bila dirimu menginginkan cintamu tak bertepuk sebelah tangan…

❗ Maka duduklah sejenak, merenunglah di depan cermin, lihatlah wajah, tingkah, langkahmu apakah sudah sesuai dengan yang disukai kekasihmu?

❗Bukalah kembali lembaran-lembaran yang dikirim kekasihmu, perhatikan apa sebenarnya yang diinginkan kekasihmu darimu…

Akhi ukhti…

❤ Begitu pula cinta kepada Allah…

❤ Cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

☄ Banyak di antara kita yang mengklaim dia mencintai…

Itu tidaklah penting…

❓ *Yang lebih penting adalah satu “APAKAH ENGKAU DICINTAI OLEH ALLAH DAN RASULNYA”.*

☄ Untuk menggapai itu tidaklah mudah

💧Kau harus berkorban

💧Kau harus lelah, letih dan penat

💧Kau harus belajar tentang apa sebenarnya yang dicintai oleh ALLAH DAN RASULNYA

💧Yang dibenci Allah adalah yang diharamkan dan dilarangnya

💧Yang dicintai Allah adalah yang diperintahkan dan dianjurkannya

❗ *Kalau kau ingin dicintai… kau harus mempelajarinya, dan mengamalkannya*

♨ *Tidak hanya yang wajib-wajib, namun ditambahkan dengan yang sunnah-sunnah*

📜 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

{ إن الله تعالى قال : من عادى لي وليّاً فقد آذنته بالحرب ، وما تقرب إليّ عبدي بشيء أحب إليّ مما افترضته عليه ، ولا يزال عبدي يتقرب إليّ بالنوافل حتى أحبه ، فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به ، وبصره الذي يبصر فيه ، ويده التي يبطش بها ،ورجله التي يمشي بها ، ولئن سألني لأعـطينه ، ولئن استعاذني لأعيذنه } .

💧“Sesungguhnya Allah berfirman: “siapa yang memusuhi wali (kekasih)-Ku maka sungguh Aku telah mengumumkan peperangan kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (amal shaleh) yang lebih Aku cintai dari pada amal-amal yang Aku wajibkan kepadanya (dalam Islam), dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amal-amal tambahan (yang dianjurkan dalam Islam) sehingga Aku-pun mencintainya. Lalu jika Aku telah mencintai seorang hamba-Ku, maka Aku akan selalu membimbingnya dalam pendengarannya, membimbingnya dalam penglihatannya, menuntunnya dalam perbuatan tangannya dan meluruskannya dalam langkah kakinya. Jika dia memohon kepada-Ku maka Aku akan penuhi permohonannya, dan jika dia meminta perlindungan kepada-Ku maka Aku akan berikan perlindungan kepadanya”. HR al-Bukhari

❤ Saatnya membuktikan cintamu

______
✒ Ust. Syafiq Basalamah, حفظه الله
🌐 Group BIS & BMS - Dakwah Untuk Umat 💐

•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
📢 *Published By*:
♻ Group WA Bimbingan Muslim Shalih (BIS) & Bimbingan Mar'ah Shalihah (BMS)
Admin:
📲 *082344096067 (Ikhwan)*
📲 *085642021053 (Akhwat)*
Ketik: daftar#nama#asal

📮Telegram
@moslemlearning
@alquranalhadits
•┈┈•••○○❁🌸❁○○•••┈┈•
📚 Kurikulum Bimbingan :
Aqidah, Fikih, Hadits, Manhaj, Adab, Petuah Ulama, Tazkiyatun Nufus, Kesehatan Muslimah, Dll.
•┈┈•••○○❁🌸❁○○•••┈┈•

Rabu, 04 Januari 2017

*Duka di Bawah Langit Tho'if*

💍 *SERI KISAH TELADAN*

♻ *DUKA DI BAWAH LANGIT THO'IF.*

Hari ini saya diberi kesempatan untuk mengunjungi kota Thaif lagi. Seperti biasa, setiap kali mengunjungi kota ini, hati saya selalu dihinggapi perasaan haru.

Setiap sudut kota seolah berlomba membisikkan fragmen demi fragmen kisah yang begitu menyayat hati. Kisah tentang takdir dakwah yang memaksa memori ini mundur melewati lorong waktu ke 14 abad yang lalu.

Tahun itu langit Makkah seolah larut dalam duka. Dua orang yang begitu menyayangi Rasulullah wafat dalam waktu yang berdekatan.

Sang istri yang selalu meneguhkan dan sang paman yang selalu tampil sebagai pembela.

Kepergian keduanya menorehkan luka yang mendalam.
Tekanan terhadap dakwah semakin menjadi-jadi.

Penyiksaan demi penyiksaan terus dialami nabi dan para sahabat.
Dunia seolah tak menyisahkan ruang baginya, kesedihan nampak jelas dari raut wajahnya.

Hatinya seolah berbisik, *"Kemana lagi aku harus pergi.?*
*Kemana aku harus mencari perlindungan dari gangguan kafir Quraisy..?*

Setelah berfikir panjang, ia memutuskan pergi sejauh 85 km ke arah selatan Makkah, jauh di balik bukit-bukit curam nan terjal.
Bersama Zaid bin Haritsah, ia menaklukkan medan yang cukup sulit dengan berjalan kaki.

Hatinya seolah berbisik, *"mudah-mudahan ada secercah harapan disana."*

Sesampainya di Tho'if, ia langsung menemui para pembesar bani Tsaqif dan mengutarakan maksud kedatangannya.

Namun respon para pembesar bani Tsaqif diluar dugaan. Bukan sambutan hangat yang diterimanya, tapi justru umpatan dan sumpah serapah.

"Tersobeklah tirai Ka'bah bila Sang Rabb mengutusmu",

"Apakah Tuhan tidak menemukan orang selain dirimu..?".

Kalimat-kalimat tersebut lepas dari bibir para pembesar Tsaqif tanpa henti. Tak sampai disitu, penolakan itu berbuntut pengusiran. Padahal Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak memaksa mereka untuk menerima dakwahnya.

Dengan lembut Rasulullah mengajukan sejumlah permintaan kepada mereka.
*“Bila kalian menolak untuk memberikan perlindungan dan masuk Islam, maka kuharap kalian tidak mengabarkan kepada Quraisy bahwa aku datang untuk meminta pertolongan.”* 

Permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh para pembesar Tha’if. Mereka seolah keluar dari tabi'at bangsa arab yang sangat menghargai siapapun yang meminta perlindungan.

Mereka mengutus beberapa utusan ke Makkah untuk mengabarkan perihal Rasulullah dan maksud kedatangannya.

Karena beberapa permintaan sebelumnya ditolak, nabi shallallahu alaihi wasallam mengajukan permintaan terakhir. 

*“Bila kalian menolak, biarkan aku pergi,”* pinta nabi dengan lembut.

Ternyata mereka tidak membiarkan Rasulullah pergi begitu saja. Mereka mengerahkan anak-anak dan para budak untuk melempari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dengan batu. Sebuah tindakan yang tak hanya sebatas pengusiran, namun juga sebagai bentuk hinaan.

Lemparan demi lemparan mengenai sekujur tubuh rasulullah, kepala beliau terluka, darah mengucur dari atas kepala hingga membasahi terompahnya.

Betapa malangnya engkau wahai rasulullah....,
Betapa kasarnya perbuatan penduduk Tho'if terhadapmu. Jangankan menerima, menolak dengan baik pun mereka enggan.

Setelah berlari sejauh tiga mil, tubuh yang kokoh itu perlahan mulai lunglai. Ia tersandar lelah dibalik tembok yang mengitari rimbunnya kebun anggur milik Utbah dan Syaibah, keduanya merupakan putra Rabi'ah salah seorang pembesar Quraisy.

Keduanya termasuk orang yang paling memusuhi Islam, namun karena melihat kondisi nabi yang cukup parah, permusuhan itu berubah menjadi iba.

Singkatnya, mereka berdiam disana hingga matahari terbenam dan malam menghamparkan tabirnya.

Malam itu juga mereka memutuskan untuk kembali ke Makkah. Ditengah keletihan yang mendera, disaat tetesan darah yang terus mengalir, ia terus memikirkan akan kondisi para sahabatnya yang terus mengalami siksaan di kota mekah.

Ingatan membawanya pada Khadijah dan Abu Tholib yang telah tiada.
Kini tak ada pilihan lain selain mengadukan nestapa yang teramat pahit itu kepada sang Khaliq.

Dengan nafas yang tersengal, mulut sucinya berucap, "

اللَّهمَّ إليك أشكو ضَعْف قوَّتي، وقلَّة حيلتي، وهواني على النَّاس، يا أرحم الرَّاحمين، أنتَ ربُّ المستضعفين وأنت ربِّي، إلى من تَكِلُني؟ إلى بعيدٍ يتجهَّمني؟ أم إلى عدوٍّ ملَّكْتَه أمري؟ إن لم يكن بك عليَّ غضبٌ فلا أبالي، ولكنَّ عافيتك هي أوسع لي، أعوذ بنور وجهك الَّذي أشرقَتْ له الظُّلمات، وصلحَ عليه أمر الدُّنيا والآخرة مِن أن تُنْزِل بي غضبك، أو يحلَّ عليَّ سخطك، لك العُتْبَى حتَّى ترضى، ولا حول ولا قوَّة إلا بك

*“Wahai Allah Tuhanku...*
*Kepada-Mu aku mengadukan kelemahan diriku, kekurangan daya upayaku dan kehinaanku di hadapan sesama manusia.*
*Wahai Allah Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.Engkau adalah pelindung orang-orang yang lemah dan teraniaya. Engkau adalah pelindungku. Tuhanku, kepada siapa Engkau serahkan diriku?*
*Apakah kepada orang jauh yang membenciku atau kepada musuh yang menguasai diriku..?*
*Asal Engkau tidak murka padaku, maka aku tidak perduli semua itu. Keafiatan dan karunia-Mu lebih luas bagiku..*
*Aku berlindung dengan cahaya-Mu yang menerangi segala kegelapan, yang karenanya membawa kebahagiaan bagi dunia dan akhirat, daripada murka-Mu yang akan Engkau timpakan kepadaku.* *Engkaulah yang berhak menegurku sehingga Engkau meridhaiku. Tiada daya dan upaya melainkan dengan-Mu”*

Sahabat...
Kau dengar do'a itu ..?
Tak ada cercaan disana, beliau sama sekali tidak membalas caci maki orang-orang yang mengusirnya.
Ia bahkan tak meminta agar Allah membinasakan penduduk Thoif.

Bahkan saat malaikat utusan Allah datang menawarkan azab kepada penduduk Makkah yang membuatnya menelan pahitnya hinaan, dengan hati yang lapang dan penuh optimis beliau shallallahu alaihi wa sallam menjawab:

🍃 *“(Tidak), bahkan aku berharap agar Allah azza wa jalla mengeluarkan dari shulbi mereka orang-orang yang beribadah kepada Allah semata dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun”.*
(HR. Bukhori Muslim).

Allahu Akbar...
Sebuah pilihan dan sikap yang menunjukkan kebesaran jiwa.
Kisah pilu itu masih panjang, namun aku tidak ingin menyita waktumu.
Yang jelas, kisah di Thoif mengajari kita bahwa:

1⃣ Pengorbanan dan kesabaran adalah ruh dari sebuah perjuangan

2⃣ Mendokan kebinasaan terhadap orang-orang yang zhalim tak selalu menjadi pilihan. Kita harus optimis dan memandang jauh kemana arah dakwah ini bermuara. Bila generasi hari ini tidak mengaminkan dakwah kita, maka esok ada anak cucu mereka yang bisa menjadi harapan.

Apa jadinya bila Rasulullah mengaminkan tawaran malaikat utusan Allah untuk menimpakan akhsyabain kepada penduduk Makkah..?

Mungkin kita tidak akan melihat Makkah yang dipenuhi para penghafal Al-Qur'an dan ahli ilmu seperti saat ini.

3⃣ Perjalanan nabi ke Thoif bukan  untuk tujuan politik, mengejar jabatan atau kedudukan. Tapi  semata-mata demi mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya dan dari kesyirikan menuju tauhid yang murni. Itulah tema sentral dari dakwah para nabi dan rasul Allah, dan diatas prinsip itulah kita membangun dakwah ini.

Akhi fillah...
Kita mungkin tidak keluar dari shulbi bani Tsaqif, namun kita adalah ummat yang pernah dirindukannya.

Kawan..
→ Dahulu dia pernah menangis karena kita..
→ Dia pernah terusir karena kita..
→ Dia pernah terluka karena kita..
→ Dia pernah tersakiti karena kita..
→ Iya, kita yang dulu pernah dirindukannya..
→ Kita yang beriman kepadanya meski tak pernah melihat raut wajahnya saat sedih, gundah, tersiksa dan terusir karena kita.

Namun...
Sudahkah kita layak untuk dirindukan..?

Andai detik ini rasulullah bertamu kerumah kita, sudah siapkah kita  menyambutnya..?

*Di saat sholat masih sering kita lalaikan, aurat masih sering kita umbar, sunnah masih sering kita abaikan, musik dan nyanyian masih sering kita dengarkan, maksiat masih sering kita lakukan..?*

*Andai detik ini rasulullah mengetuk pintu rumah kita, sudah siapkah kita membukakan pintu untuknya..?*

Simpan semua jawaban itu di dalam hatimu, lalu terjemahkan dalam tingkah lakumu.

Baarakallahu fiikum
ACT-EL Gharantaly, Kota Tho'if 1438H.

Minggu, 01 Januari 2017

Gunakan Hijab Lebar, Ada Untungnya Lho!

APAKAH Anda seringkali merasa risih melihat seorang perempuan yang berhijab lebar? Ya, memang kebanyakan orang akan berpikir seperti itu. Para pengguna hijab yang menutupi dada dengan ukuran cukup lebar ini, seakan menjadi pemandangan yang aneh. Mengapa? Karena memang jarang sekali perempuan-perempuan yang mau menggunakannya.
Tahukah Anda, bahwa ternyata menggunakan hijab lebar itu memiliki banyak keuntungan. Jika seorang muslimah telah memantapkan diri untuk gunakan hijab jenis ini, maka tentu tak aka nada penyesalan yang ia rasakan. Lantas, apa saja keuntungannya?
1. Menjauhkan Kita dari Godaan Mata Laki-laki
“Perempuan itu racun dunia,” rasanya ungkapan ini sudah tidak asing di telinga kita bukan? Apa pun yang kita kenakan tidak lepas dari godaan dan lirikan mata nakal lelaki. Dengan hijab lebar yang menutup dada, otomatis mereka pun lebih segan untuk menggoda kita. Setidaknya godaan yang muncul pun bukan suitan nakal dan membuat telinga panas lagi. Paling godaan semacam, “Assalamualaikum Aisyah/Bu haji,” yang akan kita terima dari mereka.
2. Menjadi Pelindung Ekstra dari Polusi
Memakai pakaian serba tertutup akan membuat tubuh kita terlindung dari berbagai polusi. Sehingga proteksi tambahan pun kita dapatkan tanpa harus mengoleskan ramuan ini itu pada tubuh kita. Nah, ternyata manfaat lain dari berhijab lebar juga bisa membuat tubuh kita lebih cerah lho. Bagaimana tidak, hijab akan mengahalangi kita dari sinar matahari langsung.
3. Menjadi Pengingat untuk Senantiasa Bersikap Baik
Banyak orang yang berkata, jika ingin menjadi orang baik itu harus dihijabi dulu hatinya, baru tubuhnya. Ini tentunya tidak bisa dibenarkan. Jika ada saudari kita yang berhijab dan berbuat khilaf tentunya bukan salah hijabnya kan?
Maka dengan menggunakan hijab lebar, secara tidak langsung kita akan diingatkan untuk menjaga perilaku kita. Minimal kita malu dengan hijab panjang yang mengulur dada dan menutupi tubuh kita selama ini.
4. Dijauhkan dari Laki-laki yang Berniat Main-main
Disadari atau tidak, lelaki akan lebih segan terhadap perempuan yang mengenakan hijab lebar dibanding mereka yang berhijab lempar kemudian kait bahu. Ini menjadi keuntungan tersendiri bagi kita, setidaknya nanti lelaki yang datang merupakan mereka yang berniat serius menjalin ikatan tanpa ada rasa penasaran untuk main-main terlebih dahulu.
5. Penjual Makanan Lebih Mudah Mengingatkan Kita akan Makanan Halal
Banyak restoran yang kehalalan makanannya masih dipertanyakan hingga saat ini. Nah, dengan memakai hijab, biasanya penjual akan memberitahukan kita terlebih dahulu, halal atu tidaknya makanan yang ia jual. Tidak mau kan jika makanan yang selama ini kita konsumsi malah menimbulkan madhorot bagi diri kita? []
Sumber: ummi-online.com

SIAP NIKAH Wanita Suka Hobi Ini, Jangan Dinikahi

ISLAM menganjurkan kepada kita untuk menikah. Dari pernikahan itu akan muncul generasi-generasi penerus bangsa. Tentunya, sebagai muslim, kita harus melahirkan generasi penerus bangsa yang baik, yang mengikuti syariat Allah dan Rasul-Nya. Memang tidaklah mudah. Tapi, akan menjadi mudah, jika kita memilih pasangan hidup yang baik, sesuai anjuran Islam.
Ya, Islam telah memberitahu kita kriteria pasangan hidup seperti apa yang harus dipilih. Terutama dalam memilih calon istri. Sebab, keharmonisan rumah tangga akan tercapai jika seseorang memiliki istri yang berakhlak mulia.
Nah, perlu Anda ketahui pula, bahwa ada wanita-wanita yang memiliki hobi tertentu, yang karenanya tidak baik untuk dipilih jadi istri. Wanita yang memiliki hobi apa sajakah itu?
1. Berbohong di Setiap Waktu
Islam sangatlah membenci perbuatan berbohong. Hal ini dikarenakan berbohong dapat mengantarkan kita pada perbuatan dosa yang lebih besar. Mungkin, awalnya ia hanya berbohong masalah kecil saja, tapi untuk menutupi kebohongan tersebut ia dapat melakukan perbuatan berbohong yang lebih besar lagi. Apabila seorang wanita senang berbohong maka hubungan suami istri tidak akan terjalin dengan baik karena tidak adanya keterbukaan satu sama lain. Bahkan, kebohongan ini dapat menimbulkan adu domba antara suami dan istri. Inilah wanita yang haram dinikahi.
2. Sering Foya-foya dan Berpesta
Ketika memilih wanita, seharusnya laki-laki juga harus memperhatikan hobi ini. Seorang wanita yang suka berpergian ke pesta dan berfoya-foya maka dapat mengganggu tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga. Wanita ini biasanya lebih suka untuk pergi dan berkumpul dengan teman-temannya tanpa melakukan tugasnya sebagai seorang istri ataupun ibu. Pekerjaan rumah yang seharunya dikerjakan akan ditinggalkan. Hal ini bertentangan dengan ajaran Islam yang mengharuskan seorang wanita untuk mengurusi urusan rumah tangga sebagai ibu atau istri. Jangan sampai karena salah memilih wanita ini, kita tidak mendapatkan hubungan pernikahan yang sempurna, bahkan bisa jadi pernikahan tidak bertahan lama.
3. Selingkuh Tanpa Pandang Bulu                                                                               Setiap orang pasti menginginkan pasangan yang setia. Hati seseorang akan sangat terluka jika pasangannya telah berkhianat dengan orang lain. Sebagai pasangan suami istri, seharusnya kita dapat saling menjaga komitmen agar hubungan dapat terjalin secara harmonis. Apabila salah satu pasangan melakukan perselingkuhan maka sudah dipastikan bahwa hubungan pernikahan tidak terjalin secara sehat, bahkan dapat menimbulkan perceraian. Kebiasaan berbohong yang dilakukan dapat dijadikan salah satu senjata untuk menutupi perselingkuhan ini. Oleh karena itu, kita harus bisa melihat apakah pasangan kita setia atau tidak. Hal ini juga diatur oleh Islam. Islam melarang seseorang yang sudah menikah untuk berhubungan dengan lawan jenis yang bukan mahram. Inilah sifat wanita yang tidak boleh dinikahi.
4. Suka Mem-bully
Baik wanita ataupun laki-laki tidak diperbolehkan melakukan kekerasan fisik maupun psikologis pada orang lain. Seorang wanita yang berani melakukan hal ini maka bisa jadi dilakukan oleh suami dan anaknya kelak. Oleh karena itu, hindarilah wanita yang tidak boleh dinikahi yang seperti ini karena pernikahan yang akan terjalin tidak akan bertahan lama bahkan dilengkapi dengan kekerasan fisik atau psikologis.
5. Sering Berbelanja Menghabiskan Uang atau Materialistik
Meskipun uang bukan segalanya, tapi uang juga cukup penting dalam kehidupan. Sebagian besar wanita bersedia menikah dengan laki-laki karena harta yang dimilikinya. Seorang laki-laki harus berhati-hati dalam memilih wanita. Jangan sampai terjebak pada wanita yang materialistik. Wanita seperti ini biasanya hanya menginginkan harta sang suami. Apabila keadaan ekonomi suami sedang turun, maka tidak ada yang menjamin jika istrinya akan tetap mendampinginya. Wanita ini biasanya kurang tulus dalam mencintai pasangan hidupnya dan lebih berorientasi pada harta atau materi. []
Sumber: kumpulanmisteri.com

Kamis, 29 Desember 2016

Hati Hati Riya Terselubung

💥 *"RIYA' TERSELUBUNG"*

☄ Syaitan tidak berhenti berusaha menjadikan amalan anak Adam tidak bernilai di sisi Allah. Diantara cara jitu syaitan adalah menjerumuskan anak Adam dalam berbagai model riyaa'. Sehingga sebagian orang "KREATIF" dalam melakukan riyaa', yaitu riyaa' yang sangat halus dan terselubung. Diantara contoh kreatif riyaa' tersebut adalah:

☝ *Pertama* : Seseorang menceritakan keburukan orang lain, seperti pelitnya orang lain, atau malas sholat malamnya, tidak rajin menuntut ilmu, dengan maksud agar para pendengar paham bahwasanya ia tidaklah demikian. Ia adalah seorang yang dermawan, rajin sholat malam, dan rajin menuntut ilmu. Secara tersirat ia ingin para pendengar mengetahui akan amal ibadahnya.

🔹 Model yang pertama ini adalah model riya' terselubung yang terburuk, dimana ia telah terjerumus dalam dua dosa, yaitu mengghibahi saudaranya dan riyaa', dan keduanya merupakan dosa besar. Selain itu ia telah menjadikan saudaranya yang ia ghibahi menjadi korban demi memamerkan amalan sholehnya

☝ *Kedua* : Seseorang menceritakan nikmat dan karunia yang banyak yang telah Allah berikan kepadanya, akan tetapi dengan maksud agar para pendengar paham bahwa ia adalah seorang yang sholeh, karenanya ia berhak untuk dimuliakan oleh Allah dengan memberikan banyak karunia kepadanya.

☝ *Ketiga* : Memuji gurunya dengan pujian setinggi langit agar ia juga terkena imbas pujian tersebut, karena ia adalah murid sang guru yang ia puji setinggi langit tersebut. Pada hakikatnya ia sedang berusaha untuk memuji dirinya sendiri, bahkan terkadang ia memuji secara langsung tanpa ia sadari. Seperti ia mengatakan, "Syaikh Fulan / Ustadz Fulan…luar biasa ilmunya…, sangat tinggi ilmunya mengalahkan syaikh-syaikh/ustadz-ustadz yang lain. Alhamdulillah saya telah menimba ilmunya tersebut selama sekian tahun…"

☝ *Keempat* : Merendahkan diri tapi dalam rangka untuk riyaa', agar dipuji bahwasanya ia adalah seorang yang low profile. Inilah yang disebut dengan "Merendahkan diri demi meninggikan mutu"

☝ *Kelima* : Menyatakan kegembiraan akan keberhasilan dakwah, seperti banyaknya orang yang menghadiri pengajian, atau banyaknya orang yang mendapatkan hidayah dan sadar, akan tetapi dengan niat untuk menunjukkan bahwasanya keberhasilan tersebut karena kepintaran dia dalam berdakwah

☝ *Keenam* : Ia menyebutkan bahwasanya orang-orang yang menyelisihinya mendapatkan musibah. Ia ingin menjelaskan bahwasanya ia adalah seorang wali Allah yang barang siapa yang mengganggunya akan disiksa atau diadzab oleh Allah.

Ini adalah bentuk tazkiyah (merekomendasi) diri sendiri yang terselubung.

☝ *Ketujuh* : Ia menunjukkan dan memamerkan kedekatannya terhadap para dai/ustadz, seakan-akan bahwa dengan dekatnya dia dengan para ustadz menunjukkan ia adalah orang yang sholeh dan disenangi para ustadz. Padahal kemuliaan di sisi Allah bukan diukur dari dekatnya seseorang terhadap ustadz atau syaikh, akan tetapi dari ketakwaan. Ternyata kedekatan terhadap ustadz juga bisa menjadi ajang pamer dan persaingan.

☝ *Kedelapan* : Seseorang yang berpoligami lalu ia memamerkan poligaminya tersebut. Jika ia berkenalan dengan orang lain, serta merta ia sebutkan bahwasanya istrinya ada 2 atau 3 atau 4. Ia berdalih ingin menyiarkan sunnah, akan tetapi ternyata dalam hatinya ingin pamer. Poligami merupakan ibadah, maka memamerkan ibadah juga termasuk dalam riyaa'.

✋ Para pembaca yang budiman, ini sebagian bentuk riyaa' terselubung, semoga Allah melindungi kita dari terjerumus dalam bentuk-bentuk riyaa’ terselubung tersebut. Tidak perlu kita menuduh orang terjerumus dalam riyaa' akan tetapi tujuan kita adalah untuk mengoreksi diri sendiri.

Hanya kepada Allahlah tempat meminta hidayah dan taufiiq.
Wallahu amalan

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu.

❀❁❦🌸🌹🌸🌹🌸❦❁❀

Astagfirullah Siapkan Diri Anda Menjelang Kematian Tiba

*Saat kematianmu, tidak perlu dicemaskan*_

_Ketika jantungmu berhenti, tidak perlu dicemaskan_

_Saat sekarat, tidak perlu dicemaskan_

*_Jangan perdulikan jasadmu yang akan hancur!!_* Kaum muslimin... akan melaksanakan kewajiban mereka:
1. Melucuti pakaianmu.
2. Memandikanmu.
3. Mengafanimu.
4. Menggalikan lubang lahatmu.
5. Mengeluarkanmu dari rumahmu.
6. Memanggulmu di atas pundak² mereka.
7. Mengantarkanmu ke tempat tinggalmu yang baru (kuburan).
8. Orang-orang akan berdatangan merawat dan mengurus jenazahmu, bahkan banyak yang  meninggalkan pekerjaannya demi untuk penguburanmu.
9. Perabotan2mu akan segera diurus dan berpindah tangan:
- kunci-kunci kendaraan dan rumah
- tas
- buku-buku
- handphone
- sepatu
- pakaian

*Apabila keluargamu baik, mereka menyedekahkannya agar bermanfaat untukmu.*

*Yakinlah!!!* bahwa:
~Dunia tidak sedih karena kematianmu !
~Alam semesta tidak berduka atas kepergianmu !
~Segala sesuatu akan berjalan seperti biasa dan tidak berubah dengan perpisahanmu!!
~Perekonomian akan terus berputar!
~Pekerjaanmu, akan digantikan orang lain!
Hartamu akan pindah tangan secara halal kepada ahli waris!
Sementara *Anda yang akan dihisab* atas segala sesuatu hingga perkara yang sederhana dan kecil!!

Yang pertama lepas darimu adalah namamu..
Saat Anda meninggal dunia: Orang2 bertanya : _*Dimana mayatnya ?*_ Mereka tidak memanggilmu dengan namamu!! Namamu tinggal kenangan belaka.

Ketika mereka akan menshalati, mereka bilang : _*Bawa sini jenazahnya!!!*_ Mereka tidak menyebutkan namamu. *Betapa cepat namamu hilang berlalu....*

Ketika mereka akan menguburkanmu, mereka berkata: *Dekatkan mayitnya!!* tanpa menyebutkan namamu..

Karena itu...
_Jangan tertipu oleh kehormatan dan kelebihan kelompokmu...!!_
_Jangan terperdaya oleh kedudukan dan nasab keturunanmu...!!_

*Alangkah sepelenya dunia ini... dan betapa besar apa yang akan kita hadapi...*

_*Kesedihan orang atas kepergianmu ada tiga macam:*_
1. Orang yang mengenalmu sepintas akan mengatakan: _*Kasihan... !!*_

2. Teman dan sahabatmu akan bersedih beberapa saat atau beberapa hari, kemudian mereka  kembali pada rutinitas dan  canda tawa mereka..

3. Kesedihan mendalam di rumah... Keluargamu akan bersedih sepekan... satu-dua bulan atau hingga satu tahun... Kemudian mereka akan meletakkanmu dalam album kenangan...

Demikianlah...
Kisahmu di antara manusia telah terakhir...

Anda hanya tinggal *ALBUM KENANGAN*

Kisahmu yang sebenarnya baru dimulai... bersama sesuatu yang nyata, yaitu: *Alam akherat*

Telah lepas darimu:
1. Kecantikan/ketampanan
2. Harta
3. Kesehatan
4. Anak
5. Rumah.
6. Istri/suami

*Kehidupanmu yang sesungguhnya baru dimulai*

Pertanyaannya sekarang adalah:

*Apa yang telah Anda siapkan untuk kubur dan akheratmu????? Ini adalah KENYATAAN yang perlu direnungkan!!*_

*Check ibadahmu... yang wajib dan yang sunnah*

*Check Amal sholeh dan Sedekah*

*Check perilaku dan tingkah polah*

_*Semoga Anda selamat!*_

Jika Anda membantu mengingatkan orang lain dengan menyebar posting ini... _InsyAllah..._ Anda akan dapati buah dari peringatan Anda itu dalam timbangan amal kebaikan pada hari Kiamat.

Allah berfirman:
👈 (وذكّر فإن الذكرى تنفعُ المؤمنين) 👉
_"Dan berilah peringatan! karena peringatan itu bermanfaat bagi orang2 beriman"_

Kenapa mayit memilih: *"Sedekah"* jika kembali ke dunia? Sebagaimana firman Allah:

👈 رب لولا أخرتني إلى أجل قريب: ‼فأصدق‼
_"Ya Tuhan! jika Engkau tunda ajalku sebentar saja, niscaya aku akan bersedekah"_

Mereka tidak mengatakan:
👉🏻Niscaya Aku akan umroh
👉🏻Niscaya Aku akan shalat
👉🏻Niscaya Aku akan puasa

Para ulama menjelaskan: _"Mayit hanya mengatakan sedekah,  karena dia melihat dampak sedekah yang sangat besar setelah kematian"

Maka *perbanyaklah sedekah*
utk saat ini dapat bersedekah dengan mengirim/menyebarkan postingan ini pada teman/saudara *dengan niat karena Allah, maka jika ajda diantara mereka yg  mengamalkan postingan ini ganjaran'a dengan seizin Allah juga akan anda terima.* Aamiin

Rabu, 28 Desember 2016

Sudah Siapkah Anda Meninggalkan Dunia Ini

💌 Kapan Anda Mati?

Sobat, apa sikap anda bila secara mendadak mendapat pertanyaan seperti di atas? Terlebih bila yang bertanya adalah orang yang tidak anda kenal?

Anda marah? Anda tesinggung? Atau anda menduga bahwa penanya menginginkan kematian untuk anda.?

Tenang sobat! Anda marah atau tidak, tetap saja anda pasti mati, cepat atau lambat tetap saja mati. Namun sadarkah anda bahwa kematian anda telah ada saatnya? Tidak dapat disegerakan dan tidak pula dapat ditunda walau hanya sesaat? Allah Ta'ala berfirman:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Setiap orang memiliki batas waktu ( ajal) dan bila batas waktu yang  ditetapkan telah tiba, maka mereka tiada kuasa menunda atau mengajukannya walau hanya sesaat. ( Al A'raf 34)

Atau barang kali anda tersnggung karena  anda menduga bahwa kematian adalah bencana dan petaka buruk bahkan paling buruk yang menimpa manusia.

Tidak sepenuhnya demikian sobat, bagi orang yang beriman kematian adalah awal dari kebahagiaan yang sebenarnya.

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

Sesungguhnya orang orang yang mengatakan bahwa Rab kami adalah Allah lalu mereka istiqamah di atasnya, maka akan turun kepada mereka para malaikat yang berkata kepada mereka: janganlah engkau takut atau bersedih dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan untuk kalian. ( Fusshilat 30)

Hanya saja, benarkah anda termasuk orang yang akan mendapatkan kabar gembira dari para malaikat di saat  menghadapi ajal ?

Sobat! Mumpung masih ada kesempatan, berusahalah dengan sungguh sungguh , pelajari ilmu agama, perbanyak doa, amal sholeh, dan jauhi kemaksiatan,semoga  Allah berkenan meneguhkan iman anda hingga akhir hayat, amiin.

📝 Oleh Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, MA حفظه الله تعالى

🔊 [ 📖 ] BBG Al-Ilmu

Nasehat Malaikat Jibril As dan Ikuti ya Teman"

*_BELAJAR DARI NASEHAT JIBRIL 'Alaihissalam_*
________________

*عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ* :
*جَاءَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ  إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم فقَالَ* :
*يَا مُحَمَّدُ, عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ  و َأَحْبِبْ مَنْ شئت فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ*
*وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ ثُمَّ قَال*َ :
*يَا مُحَمَّدُ ، شَرَفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُ اللَّيْلِ، وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ*.

_Dari Sahal bin Sa’ad, dia berkata, Jibril  datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian berkata_ :

*_“Ya Muhammad, hiduplah sesukamu tapi ingatlah bahwa kamu pasti akan mati._*
*_Cintailah siapapun yang ingin kamu cintai, tetapi ingatlah bahwa kamu pasti akan berpisah dengannya_*
*_Berbuatlah semaumu, tetapi ketahuilah bahwa kamu pasti akan menerima balasannya”_*

_Kemudian Jibril  berkata lagi_ :

*_“Sesungguhnya kemuliaan seorang mukmin tergantung pada shalat malamnya_*..
*_Dan harga diri seorang mukmin terletak pada ketidak butuhannya terhadap apa yang dimiliki orang lain"_* 
_(HR. Thabroni dan al Hakim dalam al Mustadrak)_
¤ _Al Albani dalam Silsilah al Ahadits ash Shahihah II/485 menyatakan, bahwa hadits tersebut *HASAN_* _karena terkumpulnya jalur–jalur riwayat yang ada_..

*_Pelajaran dari hadits_* :

1. _Mati itu suatu yang pasti dan ia adalah pintu gerbang menuju kehidupan berikutnya.._
_Sementara kehidupan di dunia ini akan menjadi penentu bagi baik dan buruknya kehidupan yang akan datang_..
_Karenanya_..
_Optimalkan -disaat masih hidup yang hanya sesaat ini- untuk hanya mempersiapkan bekal bagi kehidupan kita berikutnya yang abadi.._

2. _Semua yang ada dilangit dan yang ada di bumi ini adalah milik Allah Azza Wa Jalla_..
_Kita hanya punya hak pakai sementara._
_Karenanya_..
_Optimalkan upaya kita, agar semua yang kita miliki untuk sementara ini (suami/istri, anak, rumah, kendaraan dan yang lainnya) bermanfaat bagi kehidupan kita berikutnya_..

3. _Semua yang kita kerjakan, kita ucapkan dan bahkan semua yang kita pikirkan/niatkan, akan di pantau, dicatat dan dinilai, yang dikemudian hari akan diganjar_..
_Karenanya_..
_Pastikan, semuanya kita lakukan hanya dengan niat untuk merespon perintah Allah dan sesuaikan dengan syariat-Nya, agar kita semuanya bisa mendapatkan ridha-Nya_..

4. _Setelah kita pastikan bahwa semua yang wajib telah kita tunaikan, maka jangan pernah lupa untuk shalat malam, walau hanya dengan satu rakaat, karena disitulah letak kemuliaan seorang mukmin_...

_Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda yang kurang lebih artinya_ :

*_“Sesungguhnya diwaktu malam itu terdapat suatu waktu yang jika saja bertepatan dengan waktu itu seorang hamba muslim memohon kebaikan kepada Allah berkenaan dengan urusan dunia dan akhirat, sudah pasti Allah akan memberikannya kepadanya._*
*_Waktu itu terdapat pada setiap malam”_*
_(HR. Muslim)_

5. _Harga diri seorang mukmin terletak pada ketidak butuhannya terhadap apa yang dimiliki orang lain_..
Itulah yang disebut dengan _*"Zuhud terhadap apa-apa yang dimiliki oleh manusia"*_, _yaitu dengan  tidak meminta-minta  kepada orang lain dan dengan tidak memperlihatkan keinginan terhadap yang dimiliki orang lain serta dengan tidak mengangkat pandangan (ta’ajjub) terhadap yang dimiliki manusia_..
_Karenanya_..
_“Ojo njalukan, ojo merinan, ojo njagakke wong liyo”_

*_Ya Allah_*..
_*Karuniakanlah pada kami kemudahan untuk senantiasa bertaubat kepada-Mu dari semua khilaf kami yang nampak dan yang tersembunyi*_..
_*Dan teguhkanlah hati kami untuk senantiasa tunduk pada agama -Mu dan ridha kepada semua ketetapan-Mu*_..
_*Aamien Ya Rabbal 'Aalamien*_

*_Baarakallau fiikum_*
*_Semoga bermanfaat_*

video microsoft office word How To Convert a Word documents to PDF NOW

microsoft office word 2007 how to Save as PDF format. microsoft office word How To Convert a Word documents to PDF Video's was published...